WABUP TOBA TINJAU PANTAI PASIR PUTIH PARPAREAN, SOROT AKSES JALAN DAN POTENSI WISATA
TOBA //Stupena co.id Potensi wisata Pantai Pasir Putih di Desa Parparean, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Toba. Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, turun langsung meninjau kawasan tersebut pada Senin (2/11/2026), menyusul aspirasi para warga yang selama ini terlibat dalam pengelolaan wisata.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi kawasan wisata sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, khususnya terkait penataan lingkungan dan infrastruktur pendukung.
Dalam peninjauan itu, Audi Murphy mengapresiasi upaya mandiri para pengelola yang telah melakukan penataan kawasan Pantai Pasir Putih. Ia menilai lokasi tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Toba.
Menurutnya, keberadaan destinasi wisata tidak cukup hanya dibangun, tetapi juga membutuhkan pemeliharaan dan komitmen bersama agar tetap menarik serta nyaman dikunjungi wisatawan.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kondisi akses jalan menuju kawasan tersebut. Didampingi Kabid Peralatan PUTR Toba, Maju Simangunsong, Wabup menyoroti ketidaksesuaian kelas jalan apabila dilalui kendaraan bermuatan berat hingga puluhan ton.
Audi Murphy menyampaikan bahwa pihaknya akan menyurati ASDP guna meminta penjelasan dan mendorong adanya langkah penanganan terhadap dampak mobilisasi alat berat maupun material lainnya.
Hal itu disampaikan sebagai respons atas informasi warga mengenai aktivitas mobilisasi kendaraan berat menuju lokasi galangan kapal yang diduga turut menyebabkan kerusakan jalan.
Selain persoalan infrastruktur, Wabup juga mengharapkan adanya kesepakatan di antara sekitar 12 pengusaha yang beraktivitas di kawasan Pantai Pasir Putih Parparean.
Kesepahaman tersebut dinilai penting, terutama dalam membangun pola pengelolaan kawasan wisata, menjaga kebersihan dan fasilitas, serta membahas kemungkinan penerapan retribusi pengunjung secara terkoordinasi.
Dengan adanya komunikasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pelaku usaha, pengembangan Pantai Pasir Putih diharapkan dapat berjalan lebih terarah tanpa mengabaikan kepentingan warga maupun keberlangsungan infrastruktur umum.
Kini, harapan masyarakat tidak hanya sebatas kunjungan pemerintah, tetapi juga tindak lanjut nyata terhadap persoalan akses jalan dan dukungan penataan kawasan agar potensi wisata Parparean dapat berkembang secara berkelanjutan.
(M Siboro C.ILJ)












