Berita

FONI Jombang Berharap Kepemimpinan Baru KORMI Lebih Inklusif, Pembinaan Inorga Jadi Prioritas

54
×

FONI Jombang Berharap Kepemimpinan Baru KORMI Lebih Inklusif, Pembinaan Inorga Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Jombang – Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Kabupaten Jombang berharap kepemimpinan baru Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Jombang periode 2026–2031 mampu memperkuat pembinaan olahraga masyarakat melalui dukungan yang merata, program berkelanjutan, serta ruang pengembangan yang lebih inklusif bagi seluruh induk organisasi olahraga (Inorga).

Harapan tersebut disampaikan menyusul terpilihnya Novadonna Bilytha Puspythasari, yang akrab disapa Mbak Donna, sebagai pimpinan KORMI Jombang dalam Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) yang digelar di Gedung PKK Kabupaten Jombang, Selasa (27/10/2026).

Ketua Harian FONI Jombang, Aris Pratama, mengatakan kepemimpinan baru KORMI diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar-Inorga sekaligus mendorong pembinaan olahraga masyarakat agar berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.

“Kami berharap KORMI Jombang di bawah komando Mbak Donna mampu memberi ruang lebih luas dan dukungan nyata bagi pembinaan Inorga. Tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga program yang berkelanjutan,” ujar Aris.

Menurutnya, dukungan kelembagaan yang optimal diperlukan agar setiap Inorga dapat mengembangkan kegiatan sesuai karakteristik dan potensinya. Dengan demikian, pembinaan olahraga masyarakat tidak hanya berorientasi pada keikutsertaan dalam kompetisi, tetapi juga mampu memperluas partisipasi masyarakat dan membangun kebiasaan hidup aktif.

Bagi FONI Jombang, lingkungan pembinaan yang sehat dan terbuka menjadi salah satu fondasi penting untuk memperkenalkan olahraga orienteering kepada masyarakat yang lebih luas, terutama kalangan generasi muda.

Baca Juga  SKANDAL DUGAAN MAFIA BBM DI SPBU WAREMBUNGAN DISOROT! ALVian LUMOMBO SIAP GELAR AKSI, DESAK CABUT IZIN DAN TANGKAP PELAKU

Persiapan FORPROV III KORMI Jawa Timur 2026

Harapan terhadap kepemimpinan baru KORMI Jombang juga beriringan dengan agenda Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) III KORMI Jawa Timur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25–29 November 2026 di Kabupaten Jember.

Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para pegiat olahraga masyarakat untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, sekaligus mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan. Bagi FONI Jombang, persiapan yang terencana dan dukungan organisasi menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan partisipasi dalam kegiatan tersebut.

Pengurus FONI Jombang, Fadel Ilahi, menilai dukungan KORMI diperlukan agar para pegiat orienteering dapat mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari sisi pembinaan maupun kesiapan mengikuti kompetisi.

“Dukungan dari KORMI sangat menentukan bagaimana para pegiat kami bisa maksimal di FORPROV besok, sekaligus sebagai batu loncatan menuju FORNAS 2027 di Palu,” ungkap Fadel.

Setelah FORPROV, para pegiat olahraga masyarakat juga memiliki agenda nasional melalui Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2027 di Palu, Sulawesi Tengah. Karena itu, penguatan pembinaan di tingkat daerah diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi selesai, melainkan terus berlanjut sebagai bagian dari pengembangan olahraga masyarakat.

Pembinaan yang konsisten di tingkat akar rumput dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan komunitas, memperluas basis peserta, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat aktif dalam berbagai cabang olahraga masyarakat.

Baca Juga  JARI Apresiasi Dinkes Sumut sebagai Badan Publik yang Informatif dan Komunikatif

Orienteering, Alternatif Olahraga bagi Generasi Muda

Selain mempersiapkan diri menghadapi agenda kompetisi, FONI Jombang juga melihat orienteering memiliki potensi untuk menarik minat generasi muda. Di tengah meningkatnya popularitas aktivitas lari atau *running*, orienteering menawarkan pengalaman berbeda melalui perpaduan aktivitas fisik dan keterampilan navigasi.

Dalam olahraga ini, peserta tidak hanya dituntut memiliki ketahanan fisik, tetapi juga kemampuan membaca peta, menggunakan kompas, menentukan rute, serta mengambil keputusan secara tepat. Kombinasi tersebut menjadikan orienteering sebagai aktivitas yang melatih kebugaran sekaligus konsentrasi, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah.

Aris Pratama menilai karakteristik tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda, terutama apabila olahraga ini diperkenalkan melalui kegiatan yang terbuka, menarik, dan mudah diakses masyarakat.

“Orienteering adalah olahraga yang memadukan aktivitas fisik berlari dengan keterampilan membaca peta dan kompas untuk menentukan rute pergerakan. Visi ini selaras dengan semangat Mbak Donna yang berkeinginan agar ruang-ruang keolahragaan di Jombang lebih cair, membumi, dan ramah bagi partisipasi kaum muda,” pungkas Aris.

Pengembangan orienteering diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi, tetapi juga pada upaya memperkenalkan olahraga sebagai kegiatan positif yang dapat dilakukan secara berkelompok, membangun interaksi sosial, serta mendorong pola hidup aktif di tengah masyarakat.

Baca Juga  Kejari Aceh Utara Musnahkan Barang Bukti, 3.150 Gram Sabu dan 3,87 Juta Batang Rokok Ikut Dilenyapkan

Mendorong Pembinaan yang Merata dan Berkelanjutan

Kepemimpinan baru KORMI Jombang diharapkan mampu memperkuat koordinasi antar-Inorga, membuka ruang kolaborasi, serta mendorong program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi. Pemerataan kesempatan untuk berkembang menjadi salah satu aspek penting agar potensi olahraga masyarakat di Kabupaten Jombang dapat tumbuh secara optimal.

Sinergi antara KORMI, Inorga, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat juga diharapkan dapat memperluas jangkauan kegiatan olahraga hingga ke tingkat akar rumput. Dengan dukungan yang terarah, olahraga masyarakat berpeluang menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar aktivitas seremonial atau agenda kompetisi.

Bagi FONI Jombang, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari meningkatnya partisipasi masyarakat, tumbuhnya komunitas olahraga, dan terbukanya kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri.

Melalui kepemimpinan yang kolaboratif dan pembinaan berkelanjutan, KORMI Jombang diharapkan mampu membangun ekosistem olahraga masyarakat yang inklusif, produktif, dan berdaya saing. Pada akhirnya, olahraga diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kebugaran, memperkuat kebersamaan, serta menghadirkan ruang positif bagi masyarakat Kabupaten Jombang.

 

(RED/AD1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *