Sampit_Kalteng- Satupena.co.id: Lahan kosong seluas lebih dari 2 hektar yang berada di jalan Cilik Riwut kilometer 10 Sampit, kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terbakar. Sementara titik hotspot meningkat seiring masuknya El Nino.
Cuaca panas diatas normal, yang melanda Kotawaringin Timur, berdampak pada terbakarnya sejumlah lahan di wilayah tersebut, seperti yang terjadi di jalan Cilik Riwut Kilometer 10 Sampit.
Petugas tim tabungan berupaya memadamkan api dilokasi lahan yang terbakar, ditengah sulitnya ketersediaan air, karena air berada dibawah tanah sedalam 60 hingga 70 sentimeter dari permukaan tanah. Disertai hembusan angin kencang sehingga api sulit dipadamkan
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam;, mengatakan bahwa; maraknya kejadian kebakaran, BPBD mengajukan permohonan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar disiagakan helikopter water Bombing di bandara H.Asan Sampit, untuk mempermudah pemadaman karhutla.
Data dari i BPBD Kotim, pada periode Januari hingga 23 Juli 2026, luasan lahan yang terbakar dan dapat ditangani seluas 188 hektar.
Saat ini Kotawaringin Timur, masih ber Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla), serta kekeringan, dan telah ditetapkan sejak 8 April hingga 10 Oktober 2026 (selama 185 hari). ( Mex ).














