ACEHBENER MERIAHBeritaTNI-POLRI

Satreskrim Polres Bener Meriah Awasi Empat SPBU, Antisipasi Kelangkaan dan Penyalahgunaan BBM Subsidi

35
×

Satreskrim Polres Bener Meriah Awasi Empat SPBU, Antisipasi Kelangkaan dan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Sebarkan artikel ini

Bener Meriah- Satupena.co.id:  Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bener Meriah melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap empat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Jumat (23/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memantau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), mengantisipasi kelangkaan, serta mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Julpandi, S.E., M.H., bersama Kaur Mintu Satreskrim dan personel Unit III Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bener Meriah.

Empat SPBU yang menjadi sasaran pengawasan yakni SPBU Pondok Baru, SPBU Teritit, SPBU Mawaddah Pante Raya, dan SPBU Blok C.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek ketersediaan stok BBM subsidi maupun nonsubsidi sekaligus memantau pelayanan kepada masyarakat. Personel juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan roda empat untuk mengantisipasi penggunaan tangki modifikasi yang diduga dimanfaatkan untuk memperoleh BBM bersubsidi secara tidak semestinya.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Ricky Nugraha, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim Iptu Julpandi mengatakan, pengawasan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk memastikan ketersediaan dan pendistribusian BBM tetap terpantau serta mencegah potensi pelanggaran di lapangan.

“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan ketersediaan BBM subsidi maupun nonsubsidi di SPBU wilayah Kabupaten Bener Meriah tetap terpantau. Kami juga melakukan monitoring guna mengantisipasi potensi penyimpangan, kelangkaan BBM, serta antrean yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Julpandi.

Berdasarkan hasil pengecekan petugas, stok BBM di empat SPBU tersebut tercatat bervariasi.

Di SPBU Pondok Baru, tersedia Pertalite sebanyak 5.180 liter, Pertamax 11.539 liter, dan Bio Solar 9.952 liter.

Sementara itu, SPBU Teritit memiliki stok Pertalite sebanyak 4.789 liter, Pertamax 11.511 liter, dan Bio Solar 2.793 liter.

Di SPBU Mawaddah Pante Raya, stok yang tercatat meliputi Pertalite 13.880 liter, Pertamax 10.700 liter, Bio Solar 11.035 liter, dan Dexlite 3.706 liter.

Adapun SPBU Blok C memiliki stok Pertalite sebanyak 8.500 liter dan Pertamax 3.000 liter.

Dalam laporan hasil pengecekan, harga BBM yang tercatat yakni Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, Bio Solar Rp6.800 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter.

Iptu Julpandi menegaskan, pengawasan terhadap SPBU tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan kali ini. Satreskrim Polres Bener Meriah akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi pelanggaran dan menjaga kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat.

“Kami berharap melalui pengawasan secara berkelanjutan, distribusi BBM dapat berjalan dengan baik, kebutuhan masyarakat terpenuhi, serta situasi di SPBU tetap aman dan kondusif,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif mengawasi pendistribusian BBM di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Masyarakat diminta segera melaporkan kepada Polres Bener Meriah, khususnya Satreskrim, apabila menemukan antrean kendaraan yang tidak wajar, dugaan pengisian BBM secara berulang kali oleh kendaraan tertentu yang dikenal dengan istilah mobil siluman, maupun kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi secara tidak semestinya.

“Apabila masyarakat menemukan atau mengetahui aktivitas mencurigakan terkait pengisian maupun pendistribusian BBM, kami mengimbau agar segera melaporkannya kepada Polres Bener Meriah, khususnya Satreskrim. Informasi dari masyarakat sangat membantu kepolisian dalam melakukan pengecekan dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan terkendali. Polres Bener Meriah menyatakan akan terus melakukan pengawasan guna menjaga ketertiban, mencegah penyalahgunaan BBM, serta mendukung ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *