SATU PENA.CO. ID-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Aceh Singkil, Ali Hasmi Pohan menjelaskan alasan dana jaminan hidup (Jadup) bagi korban banjir November 2025 hingga kini belum cair.
Ia mengatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait penyaluran Jadup bagi masyarakat terdampak banjir
Berdasarkan informasi dari Kemensos, pencairan Jadup bagi korban banjir Aceh Singkil saat ini masih dalam proses dan telah memasuki tahap kedelapan. Sementara itu, Aceh Singkil masuk dalam antrean pencairan tahap ke-10
“Informasi dari Kemensos saat ini pencairan Jadup sudah masuk tahap ke-8. Sementara Aceh Singkil masuk tahap ke-10.
“Terkait kapan pencairan Jadup tahap ke-10 akan dilakukan, Ali Hasmi mengaku belum mengetahuinya. Namun, ia berharap warga Aceh Singkil dapat bersabar,”kata Ali Hasmi Pohan menanggapi tuntutan puluhan emak-emak dari sejumlah desa di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, mendatangi Kantor Bupati Aceh Singkil, Selasa (8/9/2026), untuk menagih penyaluran jatah hidup (Jadup) bagi warga terdampak banjir tersebut.
Dari amatan media ini, puluhan emak-emak tersebut sudah berhadir sejak pukul 09.00 WIB, para perempuan itu bertahan di halaman kantor bupati. Mereka meminta pemerintah memastikan kapan Jadup banjir tahap kedua disalurkan.
Massa juga menagih janji Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon yang sebelumnya menyatakan bantuan tersebut akan diupayakan paling lambat dalam waktu sekitar tiga bulan.
Namun, hingga aksi berakhir, mereka tak kunjung bertemu dengan bupati. Tuntutan massa hanya ditanggapi Asisten II Setdakab Aceh Singkil Faisal dan Kepala Dinas Sosial Aceh Singkil Ali Hasmi.
Jawaban dari Plt Dinsos Aceh Singkil, Ali Hasmi Pohan itu belum memuaskan warga. Mereka datang bukan sekadar untuk mempertanyakan keberadaan bantuan, tetapi meminta kepastian atas janji yang telah disampaikan pemerintah.
Salah seorang warga Desa Teluk Rumbia mengatakan, mereka sengaja datang sejak pagi karena ingin mengetahui kapan Jadup tahap kedua benar-benar disalurkan.
“Hasil aksi kami belum ada kepastian. Meski sudah ditanggapi Asisten dan Kadis Sosial, yang pasti kami ingatkan, bupati yang berjanji harus ditepati dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Bagi warga terdampak banjir, persoalan Jadup bukan sekadar angka dalam administrasi pemerintah. Bantuan tersebut diharapkan menjadi penopang bagi keluarga yang masih menghadapi dampak bencana.
Aksi berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Massa sempat menolak meninggalkan halaman kantor bupati sebelum bertemu langsung dengan Safriadi Oyon.
Setelah mendapat penjelasan dari Kepala Satpol PP Aceh Singkil, Aprijal, massa akhirnya membubarkan diri. Mereka pulang dengan satu pesan: pemerintah segera memberikan kepastian, bukan sekadar meminta warga bersabar.
Hingga aksi berakhir, belum ada kepastian tanggal penyaluran Jadup tahap kedua kepada warga terdampak banjir.













