Aceh Tengah — satupena.co.id
Potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat tidak selalu muncul tiba-tiba. Karena itu, Polres Aceh Tengah memperkuat komunikasi dengan tokoh agama sebagai langkah nyata untuk mendeteksi persoalan sejak dini, meredam isu yang berpotensi memicu keresahan, dan menjaga suasana tetap aman serta kondusif.
Langkah tersebut dilakukan Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., bersama pejabat utama Polres Aceh Tengah melalui kegiatan sambang dan silaturahmi dengan sejumlah tokoh agama di wilayah Aceh Tengah, Selasa (1/9/2026).
Dalam kunjungan itu, Kapolres mendatangi lima lokasi di Kecamatan Lut Tawar, Pegasing dan Bies. Pertemuan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang dialog untuk mendengar langsung kondisi masyarakat, menyerap aspirasi serta memperkuat jalur komunikasi antara kepolisian dan tokoh agama.
“Tokoh agama merupakan mitra strategis Polri. Kami ingin komunikasi terus terjalin sehingga setiap persoalan yang muncul dapat diketahui sejak awal dan diselesaikan secara persuasif,” kata Taufiq.
Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi penting dalam menjaga ketenangan masyarakat. Peran tersebut diharapkan dapat diperkuat sebagai cooling system untuk mengajak masyarakat mengedepankan toleransi, kerukunan dan musyawarah, sekaligus tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Dengan komunikasi yang baik, potensi persoalan bisa kita cegah sebelum berkembang menjadi gangguan Kamtibmas,” ujarnya.
Dalam setiap kunjungan, Polres Aceh Tengah juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri sekaligus mempererat hubungan kemitraan dengan tokoh agama.
“Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab polisi. Dibutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat agar Aceh Tengah tetap aman, damai dan kondusif,” kata Taufiq.
Melalui sinergi tersebut, Polres Aceh Tengah menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tentang penindakan, tetapi juga membangun kepercayaan, membuka ruang komunikasi dan menggerakkan partisipasi masyarakat sejak dari tingkat paling awal.












