Takengon, Satupena.co.id: Semangat kebangsaan dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mengemuka dalam Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai yang digelar di Arena Pacuan Kuda HM Hasan Gayo, Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan penutupan Pacuan Kuda dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Hadir pula Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman.
Nuansa kebangsaan tampak kuat dalam kegiatan tersebut. Para peserta mengenakan atribut merah putih serta mengibarkan bendera sebagai simbol kecintaan terhadap tanah air dan tekad menjaga persatuan bangsa.
Momentum itu semakin bermakna ketika Ketua Pembela Tanah Air (PETA) Aceh Tengah, Helmia, memimpin pembacaan Deklarasi Damai yang berisi komitmen untuk tetap setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta menjaga keutuhan NKRI.
Helmia menegaskan, deklarasi yang dibacakan bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kesadaran kolektif masyarakat Aceh Tengah untuk terus merawat perdamaian yang telah terbangun di Aceh.
“Perdamaian yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan panjang dan warisan yang sangat berharga. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, dan tidak memberi ruang bagi hal-hal yang dapat memecah belah bangsa,” ujar Helmia.
Menurutnya, masyarakat Aceh Tengah selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan toleransi. Semangat tersebut harus terus dipertahankan sebagai modal sosial dalam membangun daerah yang aman, damai, dan sejahtera.
“PETA Aceh Tengah berkomitmen menjadi bagian dari upaya menjaga keutuhan NKRI. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila, menghormati keberagaman, dan menjaga Aceh tetap damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Dalam deklarasi tersebut, masyarakat juga menyatakan komitmen untuk menjaga simbol dan lambang negara dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu persatuan dan keutuhan bangsa, serta terus melestarikan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, mengajak masyarakat untuk terus merawat perdamaian yang telah tercipta di Aceh. Menurutnya, Aceh memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa, sehingga menjaga persatuan merupakan tanggung jawab bersama.
“Aceh sejak awal adalah daerah modal. Para indatu (pendahulu) kita telah berkomitmen memperjuangkan setiap jengkal tanah untuk Merah Putih. Mari kita jaga Aceh tetap damai dalam bingkai NKRI,” kata Ali Imran.
Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai tersebut menjadi pesan kuat bahwa persatuan dan kedamaian merupakan fondasi utama dalam membangun Aceh yang maju, aman, dan harmonis. Di tengah dinamika kehidupan berbangsa, semangat menjaga NKRI terus menjadi komitmen bersama masyarakat di Bumi Gayo.












