BENER MERIAH- Satupena.co.id: Intensitas gangguan kawanan gajah liar yang meningkat dalam sebulan terakhir menimbulkan keresahan di sejumlah kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Gangguan satwa liar tersebut dilaporkan telah menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga yang tersebar di beberapa kampung, di antaranya Kampung Pancar Jelobok, Ulunaron, dan Blang Rakal. Bahkan, demi menghindari jatuhnya korban jiwa, beberapa kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke rumah dinas Camat Pintu Rime Gayo.
Sebagai upaya mengatasi keresahan masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar, tim gabungan melaksanakan kegiatan penggiringan kawanan gajah agar menjauh dari kawasan permukiman penduduk.
Dalam pelaksanaannya, tim dibagi menjadi tiga kelompok. Satu kelompok bertugas sebagai tim pendorong, sedangkan dua kelompok lainnya bertugas menghalau dan mengarahkan pergerakan gajah agar tetap berada pada jalur yang telah ditentukan serta tidak kembali memasuki kawasan permukiman.
Tim gabungan tersebut terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), World Wide Fund for Nature (WWF), aparatur kampung, dan masyarakat setempat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan personel TNI-Polri dari Koramil 04 Pintu Rime Gayo dan Polsek Pintu Rime Gayo.
Penggiringan tersebut turut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Camat Pintu Rime Gayo, Mulyadi, S.Pd., M.Si.
Dalam arahannya saat briefing sebelum kegiatan dimulai, Mulyadi menegaskan kepada seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan, baik bagi anggota tim yang terlibat maupun masyarakat yang berada di sekitar jalur penggiringan.
Sebelumnya, Camat Pintu Rime Gayo juga telah menginstruksikan para reje kampung untuk mengimbau masyarakat agar sementara waktu membatasi aktivitas, khususnya tidak pergi ke kebun di wilayah yang saat ini masuk dalam zona darurat gangguan gajah liar.
Wilayah yang menjadi perhatian tersebut meliputi Kampung Blang Rakal, Ulunaron, Pancar Jelobok, Pantan Sinaku, serta sejumlah kampung lainnya yang berpotensi terdampak pergerakan kawanan gajah.
Pada hari pertama pelaksanaan penggiringan, tim berhasil mendeteksi keberadaan lima ekor gajah melalui pemantauan menggunakan drone. Dari jumlah tersebut, empat ekor berhasil digiring ke arah Kilometer 41.
Sementara itu, masih terdapat beberapa ekor gajah lainnya yang belum terpantau sehingga kegiatan penggiringan direncanakan kembali dilanjutkan pada Senin mendatang.
Tim gabungan akan terus melakukan upaya penggiringan secara bertahap untuk menjauhkan kawanan gajah dari kawasan permukiman warga dan mengarahkannya menuju wilayah Sayeng.
Upaya bersama ini diharapkan dapat mengurangi gangguan gajah liar serta memberikan rasa aman kepada masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo, sekaligus tetap memperhatikan keselamatan satwa liar dan kelestarian habitatnya.
(Wenjuans)












