Aceh Tamiang –Satupena.co.id: Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus memperkuat upaya pemulihan pasca bencana banjir melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan menerima kunjungan pengurus CARE, sebuah lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan.
Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, MH, menyambut langsung kunjungan tersebut dan menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir. Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai peluang kerja sama strategis guna mempercepat pemulihan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.
CARE sendiri dikenal memiliki komitmen kuat dalam upaya pengentasan kemiskinan dan kelaparan global, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak perempuan.
Bupati Armia Pahmi menegaskan, salah satu prioritas utama pemerintah daerah saat ini adalah pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
“Salah satu prioritas utama kami adalah pembangunan hunian sementara (huntara). Ini sangat mendesak agar masyarakat dapat segera keluar dari tenda-tenda pengungsian yang kondisi lingkungannya kurang sehat,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai solusi jangka panjang, serta penyediaan akses air bersih yang layak konsumsi bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, pihak CARE menyatakan komitmennya untuk turut berkontribusi sebelum berakhirnya masa tugas di wilayah tersebut. Sebagai langkah awal, CARE akan menyalurkan bantuan berupa 2.500 unit lampu penerangan jalan umum (PJU).
Bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan dan dipasang melalui kerja sama teknis dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Tamiang.
Diharapkan, pemasangan lampu PJU ini dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya di kawasan terdampak banjir, sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemanusiaan internasional dalam upaya pemulihan pasca bencana. (D.Yogi.S)












