Aceh Selatan –Satupena.co.id: Sebanyak 21 guru perwakilan dari 21 Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, mengikuti Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran untuk Guru Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di SD IT Insan Madani Meukek pada Rabu (15/04/2026).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran di kelas. Materi yang diberikan meliputi penggunaan platform pembelajaran digital, pembuatan media ajar interaktif, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pendidikan, hingga strategi asesmen berbasis digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi percepatan transformasi pembelajaran agar lebih menarik, efektif, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Pengawas SD Kecamatan Meukek, Kamarudzaman, S.Pd, menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran bukan sekadar memindahkan buku ke layar, melainkan mengubah pola pikir guru dalam mengajar.
“Guru harus menjadi fasilitator yang melek teknologi. Jika guru sudah siap, maka anak-anak Meukek juga akan siap bersaing di era teknologi,” ujarnya.
Ia juga berharap para peserta dapat menjadi pelopor digitalisasi di sekolah masing-masing. Targetnya, seluruh SD di Kecamatan Meukek mampu menerapkan pembelajaran digital minimal 50 persen pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027.
Sementara itu, pemateri kegiatan, Hubbul Wathan, S.Pd, menjelaskan bahwa penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) bukan hanya mengganti perangkat, tetapi juga mengubah paradigma pembelajaran.
“PID memberikan banyak manfaat bagi siswa. Materi yang disajikan secara interaktif dan kolaboratif membuat siswa lebih semangat dan tidak mudah bosan. Selain itu, siswa juga terdorong untuk berinteraksi langsung dengan konten digital sehingga meningkatkan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis,” jelasnya.
Kepala SD IT Insan Madani Meukek, Nelayanti Despan, S.H., S.Pd, selaku tuan rumah sekaligus pemateri, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut pelatihan ini sangat dinantikan oleh para guru.
“Pelatihan ini membuat guru lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi di kelas. Harapannya, mereka dapat menjadi motor penggerak digitalisasi di sekolah, sehingga siswa tidak tertinggal dari sekolah-sekolah di perkotaan,” ungkapnya.
Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKKS), Afrizal, M.Pd, juga berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan.
“Bapak dan Ibu adalah agen perubahan. Tularkan ilmu ini kepada rekan-rekan guru lainnya melalui KKG maupun kegiatan di sekolah masing-masing,” pesannya.
Salah satu peserta, Gita Nadia, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan tersebut. Menurutnya, banyak aplikasi gratis yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran.
“Ternyata banyak aplikasi gratis yang bisa digunakan untuk membuat kuis, video pembelajaran, hingga rekap nilai secara otomatis. Ini sangat membantu dan membuat pekerjaan jadi lebih efisien,” ujarnya.( A ).












