ACEHBerita

Hari ke-10 Operasi Patuh Seulawah, Polres Lhokseumawe Bidik Pelanggaran Pengendara

110
×

Hari ke-10 Operasi Patuh Seulawah, Polres Lhokseumawe Bidik Pelanggaran Pengendara

Sebarkan artikel ini

Lhokseumawe – Jalan raya bukan sekadar ruang untuk sampai ke tujuan. Di sana, keselamatan dipertaruhkan, kesabaran diuji, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi penentu perjalanan. Namun, kesadaran berlalu lintas tak selalu tumbuh tanpa pengawasan.

Di tengah risiko kecelakaan yang mengintai pengguna jalan, Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe memperketat pengawasan melalui Operasi Patuh Seulawah 2026. Kali ini, petugas menyasar kawasan depan Pos Lalu Lintas Cunda, Rabu, (4/11/2026).
‎
‎Memasuki hari ke-10 pelaksanaan operasi, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) memeriksa kelengkapan berkendara sekaligus mengingatkan pengguna jalan agar tidak mengabaikan aturan. Teguran dan edukasi menjadi bagian dari pendekatan yang dikedepankan.
‎
‎Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan melalui Kasat Lantas AKP Irfan Firdaus mengatakan, operasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penindakan. Lebih dari itu, kepolisian ingin menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas dan menekan potensi kecelakaan di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Baca Juga  Polres Langsa Ungkap 10 Kasus Narkoba, 39,9 Kg Ganja Disita! 14 Pria Diamankan
0-0x0-0-0-{}-0-0#bokehtype:0#;illum:2 scene:50 humanIn:0;

‎
‎Dalam pemeriksaan, pengendara sepeda motor diingatkan untuk menggunakan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI), memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), serta membawa surat-surat kendaraan. Sementara pengemudi mobil diminta mengenakan sabuk pengaman.
‎
‎Petugas juga memberi perhatian terhadap perilaku berkendara yang berisiko, seperti menggunakan telepon seluler saat mengemudi, melawan arus, hingga mengabaikan rambu-rambu lalu lintas.
‎
‎Bagi Irfan, aturan tersebut bukan sekadar deretan kewajiban administratif yang harus dipenuhi ketika berhadapan dengan petugas. Di balik setiap ketentuan, terdapat kepentingan yang lebih besar: melindungi nyawa pengendara, penumpang, dan orang lain yang berbagi jalan.
‎
‎Karena itu, Satlantas mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Meski demikian, pendekatan humanis bukan berarti membiarkan pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
‎
‎Irfan mengimbau masyarakat memastikan kendaraan dalam kondisi layak, melengkapi dokumen perjalanan, mengendalikan kecepatan, serta menjaga konsentrasi selama berkendara.
‎Ia berharap kesadaran tertib berlalu lintas tidak hanya muncul ketika petugas berdiri di tepi jalan atau operasi kepolisian sedang berlangsung.
‎
‎Sebab, keselamatan semestinya lahir dari kesadaran setiap individu, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi.
‎
‎Operasi Patuh Seulawah 2026 berlangsung selama 14 hari, sejak 26 Oktober hingga 8 November 2026. Dengan empat hari tersisa, kepolisian berharap operasi ini meninggalkan sesuatu yang lebih berarti daripada sekadar catatan pelanggaran dan penindakan.
‎
‎Pada akhirnya, jalan raya adalah ruang bersama. Satu kelalaian dapat membawa risiko bagi banyak orang. Ketertiban pun tidak cukup dibangun melalui razia, tetapi membutuhkan kesadaran bahwa setiap perjalanan memiliki tanggung jawab.
‎

Baca Juga  Pemkab Samosir Salurkan Alsintan kepada Kelompok Tani, Perluasan Lahan Bawang Putih Jadi Prioritas
Baca Juga  Dekati Warga Kelapa Tujuh, Wakapolres Lampung Utara Tampung Aspirasi di Masjid Alhikmah

Sebab, ada tujuan yang ingin dicapai setiap pengendara. Namun, tak ada tujuan yang lebih penting daripada tiba dengan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *