foto: Sebuah ambulans tampak kesulitan melintasi ruas Jalan Simpang Jernih–Aceh Tamiang yang berlumpur dan mengalami kerusakan parah di kawasan Kekening, Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.
Aceh Timur- Satupena.co.id: Kondisi Jalan Simpang Jernih–Aceh Tamiang, tepatnya di kawasan Kekening, Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, semakin memprihatinkan. Ruas jalan tersebut mengalami kerusakan parah dengan permukaan berlumpur dan dipenuhi kubangan, sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintas.
Kondisi jalan yang licin dan berlumpur bahkan menyebabkan sebuah ambulans tersangkut saat melintasi ruas tersebut. Peristiwa ini menambah kekhawatiran masyarakat, mengingat jalan tersebut menjadi salah satu akses utama bagi warga Kecamatan Simpang Jernih.
Kerusakan semakin parah setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Kondisi tanah yang berubah menjadi lumpur membuat kendaraan, termasuk kendaraan layanan darurat, kesulitan melewati sejumlah titik jalan.
Tokoh masyarakat Kecamatan Simpang Jernih, Said Ibnu Umar, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan secara maksimal dari pemerintah.
“Jalan ini sudah sangat lama rusak parah dan belum pernah diperbaiki secara maksimal. Apalagi sekarang musim hujan dengan curah hujan yang tinggi, kondisi jalan semakin parah,” ujar Said Ibnu Umar, Senin (21/9/2026).
Menurut Said, kerusakan jalan bukan hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan, terutama ketika warga harus membawa pasien dalam kondisi darurat.
Ia mengkhawatirkan kendaraan ambulans kembali mengalami kesulitan ketika harus membawa pasien untuk mendapatkan perawatan atau rujukan ke fasilitas kesehatan.
“Kalau ada pasien sakit yang harus dirujuk secara mendadak, kita khawatir terjadi keterlambatan karena kondisi jalan tidak bisa dilalui kendaraan dengan mudah. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” katanya.
Said Ibnu Umar mengatakan kondisi Jalan Simpang Jernih–Aceh Tamiang tersebut telah disampaikan kepada Camat Simpang Jernih, Cut Seri Wahyuni, untuk selanjutnya diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur agar mendapat perhatian dan penanganan.
Camat Simpang Jernih, Cut Seri Wahyuni, saat dikonfirmasi media ini, Senin (21/9/2026), membenarkan bahwa pihak kecamatan telah berulang kali melaporkan kondisi kerusakan jalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Menurutnya, pemerintah kecamatan juga telah beberapa kali menyampaikan proposal terkait usulan perbaikan ruas jalan tersebut.
“Sudah berulang kali kami laporkan kepada Bupati Aceh Timur bahwa kondisi Jalan Simpang Jernih–Aceh Tamiang rusak parah. Proposal juga sudah beberapa kali kami sampaikan,” kata Cut Seri Wahyuni.
Ia menjelaskan, usulan perbaikan jalan tersebut telah disampaikan sejak masa Penjabat (Pj.) Bupati Aceh Timur. Setelah itu, pihak kecamatan kembali menyampaikan usulan tersebut kepada Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky.
Bahkan, sekitar sepekan sebelumnya, Cut Seri Wahyuni bersama sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Simpang Jernih, didampingi Jamaludin, S.Sos., M.Si., menemui Bupati Aceh Timur di Idi.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk kembali menyampaikan proposal sekaligus menyampaikan kondisi terkini Jalan Simpang Jernih yang mengalami kerusakan cukup parah.
Selain kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, pihak kecamatan juga telah menyampaikan persoalan tersebut kepada anggota DPR RI TA Khalid untuk meminta dukungan dalam upaya penanganan infrastruktur jalan.
“TA Khalid menyampaikan akan turun langsung melihat kondisi kerusakan jalan di Kecamatan Simpang Jernih,” ujar Cut Seri Wahyuni.
Cut Seri Wahyuni berharap pemerintah dapat segera merealisasikan perbaikan Jalan Simpang Jernih–Aceh Tamiang. Menurutnya, kondisi jalan yang semakin parah berpotensi menghambat aktivitas masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Terlebih, ruas tersebut memiliki fungsi penting bagi masyarakat, baik untuk mobilitas sehari-hari, distribusi barang maupun akses pelayanan darurat, termasuk transportasi pasien menggunakan ambulans.
“Kami berharap jalan ini segera diperbaiki oleh pemerintah karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju Kecamatan Simpang Jernih,” pungkasnya.
Masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah penanganan, terutama pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan berat, sehingga akses transportasi dan pelayanan masyarakat tidak semakin terganggu.













