ACEH UTARA — Ketekunan dalam belajar dan latihan berkelanjutan mengantarkan dua murid SD Negeri 4 Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, menorehkan capaian membanggakan pada Olimpiade Sains Nasional dan Keagamaan (OSN-K) tingkat kabupaten jenjang sekolah dasar.
M. Naufal Afkar dan M. Arsya Zahidi, murid kelas VI, berhasil bersaing dalam ajang yang berlangsung pada 8 Juni 2026. Naufal meraih juara II bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sementara Arsya memperoleh peringkat III bidang Matematika.
Piagam dan penghargaan bagi keduanya diserahkan seusai upacara rutin di halaman SD Negeri 4 Nisam Antara, Senin (21/9/2026). Camat Nisam Antara, Jatanizar, menyerahkan langsung penghargaan mewakili Muspika. Prosesi itu disaksikan Pengawas Pembina Hasanuddin, para guru, serta wali murid.
Jatanizar menyampaikan apresiasi atas keberhasilan dua peserta didik tersebut. Menurutnya, capaian Naufal dan Arsya memperlihatkan bahwa anak-anak dari wilayah geografis Nisam Antara mampu menunjukkan kemampuan akademik dalam kompetisi tingkat kabupaten.
“Capaian ini patut diapresiasi. Semoga menjadi motivasi bagi Naufal dan Arsya untuk terus belajar, sekaligus mendorong teman-temannya agar berani mengikuti berbagai perlombaan,” ujar Jatanizar.
Ia berharap pengalaman mengikuti OSN-K dapat menjadi bekal bagi keduanya untuk terus mengasah kemampuan. Kompetisi, katanya, bukan hanya memberikan pengalaman bertanding, tetapi juga melatih kesiapan menghadapi tantangan pada jenjang pendidikan berikutnya.
Kepala SD Negeri 4 Nisam Antara, Iskandar, menuturkan keberhasilan kedua anak didiknya tidak diperoleh secara instan. Ada proses panjang yang dijalani melalui pembelajaran rutin, latihan soal, bimbingan tenaga pendidik, serta keikutsertaan dalam sejumlah perlombaan.
Menurut Iskandar, setiap anak mempunyai kemampuan dan minat yang berbeda. Karena itu, guru berupaya memberikan pendampingan sekaligus ruang tumbuh agar potensi masing-masing peserta didik dapat berkembang secara optimal.
“Terus belajar dan berlatih. Jangan cepat puas dengan hasil yang sudah diraih. Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk memperoleh hasil yang lebih baik,” kata Iskandar.
Ia menambahkan, keikutsertaan dalam ajang kompetisi tidak semata-mata berorientasi pada perolehan juara. Pengalaman itu juga menjadi sarana untuk menguji kemampuan, membangun keberanian, serta menumbuhkan rasa percaya diri.
Pengawas Pembina, Hasanuddin, turut menyampaikan kebahagiaannya atas capaian Naufal dan Arsya. Ia berharap keduanya mampu mempertahankan semangat belajar dan meningkatkan kemampuan pada kesempatan berikutnya.
“Saya ikut bahagia dan bangga atas capaian mereka. Semoga ke depan prestasi Naufal dan Arsya semakin meningkat serta menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya untuk terus belajar dan berani berkompetisi,” ujar Hasanuddin.
Jajaran pendidik berharap keberhasilan dua murid kelas VI itu dapat memantik semangat rekan-rekan mereka. Budaya belajar, latihan, dan keberanian mengikuti perlombaan diharapkan terus tumbuh di lingkungan SD Negeri 4 Nisam Antara.
Dukungan keluarga, guru, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, potensi anak-anak di wilayah geografis Nisam Antara diharapkan semakin mendapat ruang untuk berkembang, baik dalam bidang akademik maupun keagamaan.













