AcehACEH UTARABeritaPendidikan

Sanusi Ajak Siswa SMPN 1 Dewantara Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Persaudaraan

×

Sanusi Ajak Siswa SMPN 1 Dewantara Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Persaudaraan

Sebarkan artikel ini

Aceh Utara – Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar perayaan yang datang sekali dalam setahun. Di dalamnya, tersimpan pesan tentang akhlak, kejujuran, dan kasih sayang yang semestinya tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itulah yang mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SMP Negeri 1 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Kamis, (15/10/2026).

Di tengah suasana kebersamaan warga sekolah dan masyarakat, peringatan tersebut menjadi ruang untuk merawat silaturahmi sekaligus meneguhkan kembali pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda.

Kepala SMP Negeri 1 Dewantara, Sanusi, S.Pd., mengapresiasi kerja sama dewan guru dan para siswa yang telah menyukseskan kegiatan itu. Baginya, keberhasilan sebuah acara bukan hanya terletak pada kemeriahan perayaan, melainkan juga pada semangat gotong royong yang tumbuh di antara mereka.

“ Harapan saya, mudah-mudahan ke depan kita semakin kompak dan bersemangat. Terima kasih kepada seluruh dewan guru dan siswa atas kerja sama yang baik,” ujar Sanusi.

Pesan itu sederhana, tetapi menyentuh salah satu fondasi penting dalam dunia pendidikan: kekompakan. Sebab, sekolah tidak dibangun hanya melalui ruang kelas dan buku pelajaran, tetapi juga melalui hubungan yang saling menguatkan antara guru, siswa, dan lingkungan di sekitarnya.

Baca juga Artikel ini :  1.755 KK Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Terima Bansos Jadup

Bagi Sanusi, Maulid Nabi juga tidak sepatutnya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW harus menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan beliau, sekaligus membawa keteladanan akhlaknya ke dalam kehidupan nyata.

Kejujuran, amanah, kedisiplinan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama, menurut dia, merupakan nilai yang perlu ditanamkan secara berkelanjutan kepada peserta didik.

Pendidikan, dalam pengertian itu, bukan semata-mata urusan mengejar angka di atas kertas. Ada karakter yang perlu dibentuk, ada tanggung jawab yang harus dipelajari, dan ada sikap kemanusiaan yang mesti tumbuh seiring bertambahnya pengetahuan.

Tausiyah Mengingatkan Makna Keteladanan

Rangkaian peringatan dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan Tgk. Irwansyah dari Krueng Geukueh. Ceramah tersebut mengajak para peserta menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalankan ibadah maupun membangun hubungan dengan sesama manusia.

Keteladanan itu tidak selalu harus hadir dalam tindakan besar. Ia dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: berkata jujur ketika berbuat salah, menghormati guru dan orang tua, menjaga kedisiplinan, serta mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan.

Di lingkungan sekolah, nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun suasana belajar yang harmonis. Hubungan antara guru dan siswa tidak cukup ditopang oleh aturan, tetapi juga oleh rasa hormat, keteladanan, dan kepercayaan.

Baca juga Artikel ini :  Satlantas Polres Aceh Tengah Gelar Razia Gabungan Dalam Operasi Patuh Seulawah 2024

Sementara di tengah masyarakat, sikap saling menghargai dan kepedulian sosial menjadi pijakan untuk menjaga kerukunan. Nilai-nilai itulah yang membuat peringatan Maulid memiliki makna lebih jauh daripada sekadar berkumpul dan mendengarkan ceramah.

Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema “ Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Inspirasi Membangun Pribadi yang Unggul dan Berintegritas.” Tema itu menegaskan bahwa kecerdasan dan integritas semestinya berjalan beriringan dalam mempersiapkan generasi muda.
Sekolah dan Masyarakat, Dua Lingkungan yang Saling Menguatkan

Peringatan Maulid Nabi di SMPN 1 Dewantara turut dihadiri Herman, M.Pd., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, perwakilan bagian kepegawaian dan staf dinas, unsur Muspika Plus, geuchik beserta perangkat Gampong Paloh Lada, serta para kepala sekolah dan guru dari jenjang SMA, SMP, dan SD di wilayah Kecamatan Dewantara dan subrayon.

Masyarakat setempat juga hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai unsur itu memperlihatkan bahwa kehidupan sekolah tidak terpisah dari lingkungan sosial yang menaunginya.

Baca juga Artikel ini :  Polres Pidie Jaya Kerahkan 500 Personel Gabungan Amankan Debat Publik: Sinergi Demi Pilkada Damai

Sekolah memang menjadi tempat anak-anak menimba ilmu. Namun, pembentukan karakter tidak selesai ketika bel pulang berbunyi. Keluarga, masyarakat, dan pemerintah turut memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi berpengetahuan sekaligus berakhlak.

Karena itu, hubungan baik antara lembaga pendidikan dan masyarakat perlu terus dirawat. Kerja sama yang terjalin bukan hanya dibutuhkan ketika sebuah kegiatan berlangsung, melainkan juga dalam upaya mendukung proses pendidikan dari hari ke hari.

Sanusi berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam peringatan Maulid tersebut tidak berhenti setelah acara usai. Ia ingin kekompakan guru dan siswa terus terpelihara serta menjadi kekuatan dalam menjalankan berbagai kegiatan sekolah.

Pada akhirnya, kemuliaan peringatan Maulid Nabi tidak semata-mata diukur dari ramainya hadirin atau meriahnya acara. Maknanya justru terletak pada apa yang dibawa pulang oleh setiap orang setelah perayaan berakhir.

Jika kejujuran semakin dijaga, kedisiplinan semakin tumbuh, dan kepedulian terhadap sesama semakin kuat, maka pesan Maulid telah menemukan jalannya dalam kehidupan.

Sebab, meneladani Rasulullah SAW bukan hanya tentang mengenang perjalanan hidup beliau, melainkan juga tentang menghadirkan akhlaknya dalam tindakan di ruang kelas, di rumah, dan di tengah masyarakat.

Hayo mau copy paste ya