Lhokseumawe – Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, SE. secara resmi membuka Workshop Badan Ekraf Digital Enterpreneurship (BDE) yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dengan tema “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” di Hotel Diana Kota Lhokseumawe, pada Kamis (27/8/2026).
Workshop tersebut diikuti lebih dari 100 peserta pelaku UMKM dari berbagai sektor, seperti sulam, anyaman, fashion mukena, kain tenun, kuliner dan usaha kreatif lainnya.
Wakil Wali Kota Lhokseumawe mengatakan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur dan penguatan sumber penghidupan masyarakat.
“Pemulihan tidak hanya dengan pembangunan kembali infrastruktur namun juga dengan mendorong masyarakat kembali membangun usaha dan memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan,” ujar Husaini.
“Dalam hal ini teknologi digital memiliki peran yang strategis, pemanfaatannya dapat membuka akses massa yang lebih luas,” tambahnya.
Direktur Aplikasi sekaligus Plt. Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Tri Wahyudi, mengatakan teknologi digital menjadi salah satu sarana penting untuk mendorong kemajuan usaha masyarakat.
“Kita ingin kekayaan alam Kota Lhokseumawe dapat dibangun dengan kreativitas dan inovasi, sehingga masyarakat Lhokseumawe jauh lebih baik lagi dalam memahami teknologi digital,” ujar Tri Wahyudi.
“Utamanya adalah kami ingin membangun bagaimana usaha di Kota Lhokseumawe lebih cepat dan maju melalui aplikasi dan digital,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Lhokseumawe, Yudo Herlambang, memperkenalkan kembali aplikasi SIAPIK yang membantu pelaku UMKM melakukan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan secara tertib. Menurutnya, administrasi keuangan yang baik penting untuk meningkatkan kredibilitas usaha, termasuk ketika pelaku UMKM mengajukan pembiayaan kepada perbankan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe, Taruna Putra Satya, S.IP., M.AP., mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut, ia mendukung dalam memperluas informasi mengenai program dan peluang pengembangan UMKM melalui kanal komunikasi pemerintah.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini dan berharap agar informasi mengenai pemanfaatan teknologi digital, pemasaran dan pengembangan UMKM dapat diketahui lebih luas oleh masyarakat. Produk-produk lokal Lhokseumawe juga perlu mendapatkan ruang promosi yang lebih besar melalui media digital,” ujar Taruna.
Peserta workshop juga mendapatkan materi mengenai pemanfaatan aplikasi SIAPIK, aplikasi TOCO (platform pasar digital dan iklan baris (e-classifieds) berbasis komunitas di Indonesia untuk jual beli barang baru maupun bekas), serta ada juga materi terkait pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pemasaran serta pengiklanan produk UMKM Kota Lhokseumawe.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi, memperluas pemasaran, memperbaiki pengelolaan usaha, serta meningkatkan daya saing produk lokal Kota Lhokseumawe.

















