AcehBENER MERIAHBerita

Warga Blang Rakal Keluhkan Keterbatasan Air Bersih Pascabencana

×

Warga Blang Rakal Keluhkan Keterbatasan Air Bersih Pascabencana

Sebarkan artikel ini

Bener Meriah- Satupena.co.id; Warga Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, mengeluhkan keterbatasan pasokan air bersih yang hingga kini masih dirasakan masyarakat sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025. Rabu 26 Agustus 2026.

Bencana tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas pendukung sistem penyediaan air bersih mengalami kerusakan, termasuk jaringan pipanisasi dan bak intake atau penampungan air yang selama ini berfungsi menampung sekaligus mengatur distribusi air kepada masyarakat.

Kondisi tersebut berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih warga untuk keperluan sehari-hari.

Baca juga Artikel ini :  Kolaborasi Brimob Polda Aceh dan Polsek Trienggadeng Wujudkan Situasi Kondusif Jelang Pilkada

Kampung Blang Rakal tercatat memiliki sekitar 519 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai kurang lebih 2.200 jiwa. Wilayah kampung tersebut meliputi lima dusun, yakni Rakal Barat, Pasar Rakal, Jalung, SP 1 Teget, dan Timang Rasa.

Menurut warga dan pemerintah kampung, keterbatasan kapasitas jaringan menjadi salah satu persoalan yang membuat distribusi air belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.

Kepala Kampung Blang Rakal, M. Tuahmi, mengatakan kondisi ketersediaan air bersih di wilayahnya masih menjadi persoalan sejak bencana yang terjadi pada akhir 2025.

“Sejak terjadinya bencana akhir 2025 lalu, kami di Kampung Blang Rakal sangat kekurangan air bersih. Pipa yang sebelumnya berukuran enam inci, sekarang tinggal tiga inci,” kata M. Tuahmi.

Baca juga Artikel ini :  Pemko Langsa Imbau Jam Malam bagi Pelajar, Upaya Wujudkan Kota Layak Anak

Selain kerusakan jaringan pipa, kata dia, bak penampungan yang selama ini digunakan untuk menampung dan membagi aliran air ke sejumlah wilayah juga mengalami kerusakan akibat bencana.

“Bak penampungan yang selama ini menjadi tempat penampungan sekaligus pembagian jalur air juga hancur akibat bencana,” ujarnya.

Dengan kondisi jaringan yang ada saat ini, distribusi air bersih dinilai belum optimal, terutama untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga yang tersebar di lima dusun.

M. Tuahmi berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut dengan melakukan perbaikan dan peningkatan kembali sarana penyediaan air bersih di Kampung Blang Rakal.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 07/Atu Lintang Jalin Kedekatan dengan Warga Lewat Komsos di Desa Merah Mege

Menurutnya, pemulihan jaringan pipanisasi dan pembangunan kembali bak penampungan menjadi kebutuhan penting agar distribusi air dapat berjalan lebih baik dan merata.

“Kami berharap pemerintah dan pihak terkait dapat membantu memperbaiki jaringan pipanisasi serta membangun kembali bak penampungan air. Ini sangat dibutuhkan masyarakat demi keberlangsungan kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Warga berharap persoalan air bersih tersebut mendapat penanganan secara serius dan berkelanjutan. Pasalnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat ditunda, terlebih bagi warga yang masih menghadapi dampak bencana alam beberapa waktu lalu.

Hayo mau copy paste ya