Aceh Tamiang – Satupena.co.id:
Kenyamanan warga yang tinggal di hunian sementara (Huntara) Simpang Empat Upah kian terganggu akibat sejumlah persoalan serius yang terjadi di lokasi tersebut. Para penghuni mengeluhkan kualitas air sumur bor yang keruh dan berbau tidak sedap, serta kondisi lantai kamar yang ambles dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh warga kepada awak media pada Jumat (08/05/2026). Mereka menilai kondisi Huntara saat ini sudah jauh dari kata layak huni, terutama dari sisi sanitasi dan struktur bangunan.
Salah seorang warga mengungkapkan bahwa permasalahan ini telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang jelas. “Kami berharap pihak pengelola hunian dan Danantara segera memperbaiki sumur bor serta lantai kamar yang sudah ambles. Kondisinya sangat tidak nyaman dan membahayakan kami,” ujarnya dengan nada prihatin.
Warga juga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pekerja yang tengah melakukan perbaikan di area belakang, tepatnya di dekat kamar mandi. Namun, pekerja yang disebut berasal dari pihak Waskita tersebut menyatakan bahwa perbaikan yang dimaksud bukan menjadi kewenangan mereka.
“Kami sudah mengadu kepada pekerja yang memperbaiki bagian belakang. Tapi mereka mengatakan hanya sebagai pelaksana dan menyarankan agar kami melapor langsung ke pihak Danantara karena merekalah yang memiliki anggaran,” jelasnya.
Persoalan air bersih menjadi keluhan utama yang paling dirasakan warga. Air dari sumur bor di Huntara dinilai sudah tidak layak digunakan karena sangat keruh dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi ini menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci.
“Airnya sangat kotor, jadi kami kesulitan menggunakannya. Padahal air bersih sangat kami butuhkan untuk aktivitas harian,” tambah warga lainnya.
Selain mengganggu aktivitas, warga juga khawatir kondisi air yang tidak layak tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan, seperti menyebabkan penyakit kulit dan iritasi.
Sementara itu, Sari, salah satu penghuni Huntara, berharap ada respons cepat dari pihak terkait. Ia menekankan bahwa selain perbaikan fasilitas air, kondisi lantai yang ambles juga harus segera ditangani guna menghindari potensi kecelakaan.
“Kami takut ada yang terperosok karena lantai kamar sudah berlubang. Kami mohon agar segera diperbaiki, termasuk kualitas airnya supaya tidak menimbulkan penyakit,” pungkasnya.
Hingga kini, warga masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait, khususnya Danantara, agar segera mengambil langkah konkret demi menjamin kenyamanan dan keselamatan para penghuni Huntara yang masih bertahan di lokasi tersebut. (Tim)













