JAWA TIMUR

Pengusaha Tionghoa Ziarah ke Makam Gus Dur, Kenang Warisan Pluralisme dan Bahas Peluang Usaha untuk Santri Jombang

×

Pengusaha Tionghoa Ziarah ke Makam Gus Dur, Kenang Warisan Pluralisme dan Bahas Peluang Usaha untuk Santri Jombang

Sebarkan artikel ini

Jombang,satupena.co.id,- Sejumlah pengusaha Tionghoa melakukan ziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, pada Sabtu, 8 Mei 2021. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WIB itu tidak hanya menjadi agenda spiritual, tetapi juga momentum silaturahmi lintas budaya serta diskusi mengenai peluang ekonomi yang dapat berkembang di daerah santri tersebut.

Rombongan ziarah diikuti oleh sejumlah pengusaha Tionghoa, di antaranya Fendy Gunawan, Echwanto, dan Haryono Halim. Mereka hadir bersama Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Hermawi Taslim, serta Ketua DPD Partai NasDem Jombang, Mohammad Misbah.

Kegiatan diawali dengan doa bersama di pusara Gus Dur. Suasana berlangsung khidmat, dengan para peserta ziarah memanjatkan doa sekaligus mengenang jasa-jasa tokoh yang dikenal luas sebagai pemimpin bangsa yang menjunjung tinggi nilai pluralisme, toleransi, dan kemanusiaan.

Bagi para pengusaha yang hadir, ziarah tersebut memiliki makna khusus. Gus Dur dianggap sebagai tokoh yang telah membuka ruang kebebasan dan penghargaan terhadap keragaman di Indonesia, termasuk bagi komunitas Tionghoa yang selama puluhan tahun mengalami berbagai keterbatasan dalam berekspresi.

Salah satu pengusaha yang hadir, Fendy Gunawan, menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk rasa hormat, rasa sayang, dan cinta terhadap sosok Gus Dur.

Baca juga Artikel ini :  Wartawan Cybertni.id Diduga Jadi Korban Pemukulan di Kantor Redaksi, APH Diminta Bertindak Tegas

“Bagi kami, Gus Dur adalah sosok pemimpin yang luar biasa. Beliau tidak hanya seorang presiden, tetapi juga tokoh kemanusiaan yang memperjuangkan pluralisme dan keberagaman di Indonesia. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk rasa sayang dan cinta kami kepada beliau,” ungkapnya.

Menurut Fendy, semangat keterbukaan yang diwariskan Gus Dur juga memberikan inspirasi bagi para pengusaha dari berbagai latar belakang untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Nilai-nilai pluralisme yang diperjuangkan Gus Dur membuat kami merasa menjadi bagian dari Indonesia yang utuh. Beliau mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja sama. Justru dari keberagaman itulah Indonesia menjadi kuat,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan pengusaha lainnya, Haryono Halim. Ia menilai Gus Dur merupakan simbol kepemimpinan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan toleransi.

“Gus Dur adalah tokoh yang luar biasa. Beliau membuka ruang bagi semua kelompok masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai. Bagi kami, beliau adalah inspirasi tentang bagaimana Indonesia seharusnya dirawat,” ujar Haryono Halim.

Ia juga berharap nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur dapat terus menjadi pedoman bagi generasi muda, termasuk dalam membangun dunia usaha yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Hermawi Taslim, menilai sosok Gus Dur sebagai pemimpin yang melampaui sekat-sekat identitas.

Baca juga Artikel ini :  Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda dalam Rangka Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025

“Gus Dur adalah tokoh yang melampaui batas-batas identitas. Beliau mengajarkan bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman yang harus dijaga bersama. Warisan pemikiran beliau tentang pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan menjadi bagian penting dari tata kehidupan bangsa,” ujar Hermawi Taslim.

Setelah melakukan ziarah, rombongan kemudian melanjutkan dengan diskusi ringan di sekitar kompleks pesantren. Diskusi tersebut membahas berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Jombang, termasuk peluang usaha yang melibatkan masyarakat serta kalangan santri.

Kabupaten Jombang sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan pesantren di Indonesia. Ribuan santri dari berbagai daerah menempuh pendidikan di wilayah ini, sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri kreatif, usaha makanan, hingga sektor perdagangan.

Ketua DPD Partai NasDem Jombang, Mohammad Misbah, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang dialog untuk melihat berbagai peluang ekonomi yang dapat berkembang di daerah tersebut.

“Di balik kegiatan silaturahmi dan ziarah ini, insya Allah kami berharap dapat membaca peluang-peluang usaha yang bisa dikembangkan di Kabupaten Jombang. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga-keluarga di Jombang,” ujar Mohammad Misbah.

Baca juga Artikel ini :  Kasdivif 2 Kostrad Buka Perlombaan 17 Agustus 2024

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya menjembatani komunikasi antara para pengusaha dengan berbagai pihak di daerah agar potensi kerja sama tersebut dapat terwujud secara nyata.

“Ke depan kami berharap dapat menggait beberapa investor dari berbagai jaringan yang ada untuk melihat potensi investasi di Jombang. Kami ingin agar peluang ekonomi ini juga bisa dirasakan oleh masyarakat dan para santri,” tambahnya.
Menurut Misbah, kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan kalangan pesantren sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.

Kegiatan ziarah tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada sosok Gus Dur, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan lintas budaya serta komitmen bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.

Semangat pluralisme, keterbukaan, dan kebersamaan yang diwariskan Gus Dur tampak masih hidup dalam berbagai inisiatif yang lahir dari pertemuan tersebut—bahwa dari sebuah ziarah, bisa lahir harapan baru bagi kerja sama, persaudaraan, dan kemajuan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jombang.

Hayo mau copy paste ya