Scroll untuk baca artikel
Ketuk Play Untuk Melihat Tayangan Live DMTV Malang
AcehPemerintahPIDIE

Pj Bupati Pidie membuka Acara Forum Komunikasi Publik Dalam Rangka Penyusunan RKPD Pidie

56
×

Pj Bupati Pidie membuka Acara Forum Komunikasi Publik Dalam Rangka Penyusunan RKPD Pidie

Sebarkan artikel ini

0:00

 

Sigli-satupena.co.id

Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto, M.Si membuka acara Forum Komunikasi Publik dalam Rangka Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pidie Tahun 2025 di Aula Kantor Bappeda Pidie. Selasa, (19/03/2024).

Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan agar Pemerintah Daerah dan masyarakat mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan, dengan mewujudkan pemerataan pembangunan ekonomi dan infrastruktur antar wilayah dalam Kabupaten Pidie dengan prinsip Keadilan dan Merata serta Lingkungan Berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati No.8 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Pidie Tahun 2023-2026.

Baca juga Artikel ini :   PJ Gubernur Aceh Diharap Tidak Larut Dalam Jabatan, Aceh Butuh Hilirisasi Industri dan Pertanian

Pj Bupati Pidie dalam sambutannya meminta agar pada konsultasi publik dalam rangka Penyusunan Rancangan Awal RKPD Pidie Tahun 2025 ini agar bisa menganalisis apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan , ancaman serta peluang-peluang yang ada di Kabupaten Pidie. Hal tersebut ia sampaikan dengan maksud nantinya Pemerintah Kabupaten Pidie memiliki acuan jelas berbentuk inovasi yang berbeda dengan daerah-daerah lain yang ada di Provinsi Aceh.

Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Pidie turut menyampaikan bahwa ada 5 data negatif di Kabupaten Pidie, antara lain kasus perceraian yang diakibatkan oleh KDRT, tingginya kasus stunting, homosexual, narkoba dan kriminalitas di kalangan anak-anak.

Baca juga Artikel ini :   Mortir Diledakkan Di Tangse, Diduga Sisa Peninggalan Belanda

Ia sampaikan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya gangguan psikologis dalam masyarakat.

Lebih lanjut ia menyampaikan solusi mencairkan ketegangan psikologis, salah satunya melalui wisata dayah.

“Ketika kita melihat sebuah dayah terbesit akan perlunya pembersihan lalu kita menyumbangkan serta mengobrol dengan pengasuh dayah, hal itu akan kita bawa pulang dengan rasa bahagia, terlebih saat melihat anak-anak senang di dayah tersebut, dan kita lega bisa memberi. Budaya inilah yang perlu kita sosialisasikan”. Jelas Pj Bupati Pidie.

Pj Bupati Pidie juga memohon agar hal tersebut dapat dijadikan sebuah program pemerintah dalam Konsultasi Publik ini.

Baca juga Artikel ini :   Saksi Partai Golkar Tahun 2024 Dilantik Sebagai PPK Muara Tiga

“Dalam konteks bicara investasi atau investor, perkenalkan bahwa Pidie ini kota santri yang ramah, yang sangat toleran. Hal itu perlu diperkenalkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang menarik masyarakat.

Di akhir sambutan, Pj Bupati Pidie berharap agar apa yang telah disampaikan pada kesempatan tersebut dapat bermanfaat bagi kemajuan daerah Kabupaten Pidie.

Turut hadir dalam acara ini Para Asisten Setdakab Pidie, Kepala Bappeda Kabupaten Pidie, Inspektur Kabupaten Pidie, Para Camat dan Kepala SKPK dalam Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *