BENER MERIAH –Satupena.co.id: Konflik antara manusia dan kawanan gajah liar yang masih berlangsung di Kecamatan Pintu Rime Gayo (PRG), Kabupaten Bener Meriah, mulai berdampak serius terhadap sektor pendidikan. Sebanyak 11 satuan pendidikan terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka demi menjaga keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Kebijakan peliburan sementara tersebut diambil menyusul kondisi darurat akibat konflik manusia dan gajah liar yang hingga kini masih terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Berdasarkan laporan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, terdapat 11 sekolah yang untuk sementara waktu tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Adapun sekolah-sekolah yang terdampak meliputi:
- SD Negeri Jalung SP 1.
- SD Negeri Pantan Lah.
- SD Negeri Antara 40.
- SD Negeri Dirgantara KM 38.
- SMP Negeri 2 Pintu Rime Gayo KM 40.
- SMP Negeri 4 Pintu Rime Gayo.
- SD Negeri Ulu Naron.
- SD Negeri Tran Teget SP 2.
- SD Negeri Pancar Jelobok.
- SMP Negeri 5 Satu Atap Pancar Jelobok.
- SD Negeri Pantan Sinaku.
Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah menyampaikan bahwa keputusan meliburkan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka merupakan langkah antisipatif pemerintah daerah untuk mengutamakan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
“Keselamatan anak-anak kita adalah prioritas utama. Pemerintah daerah memahami bahwa kegiatan pendidikan sangat penting, namun dalam kondisi darurat seperti ini, keselamatan siswa dan tenaga pendidik harus menjadi pertimbangan yang paling utama,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui perangkat daerah terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan konflik gajah liar di lapangan.
Dinas Pendidikan juga diharapkan dapat menyiapkan alternatif pembelajaran agar hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi selama situasi belum memungkinkan untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Pemkab Bener Meriah turut mengimbau para orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Orang tua diminta untuk mengawasi aktivitas anak-anak serta tidak membiarkan mereka bermain atau beraktivitas di lokasi yang berpotensi menjadi jalur lintasan maupun tempat keberadaan kawanan gajah liar.
Pemerintah daerah juga berharap adanya perhatian serius serta langkah konkret dari pemerintah pusat dan instansi berwenang dalam menangani konflik gajah liar tersebut. Pasalnya, persoalan ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan pendidikan.
Pemkab Bener Meriah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, sembari mengupayakan agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal setelah kondisi dinyatakan aman.
( ALIMAN ).












