Aceh Utara – Keluhan warga tentang jalan rusak yang menghubungkan Blang Sialet hingga Blang Ara, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, turut mendapat perhatian Fraksi Partai Golkar. Pemerintah daerah diminta memberi perhatian khusus terhadap akses yang selama puluhan tahun disebut belum menikmati pengaspalan tersebut.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Aceh Utara, T. Muhammad Isa Aziz, S.E., Sabtu (7/11/2026), mengatakan ruas jalan itu memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat. Bukan semata jalur penghubung antardesa, melainkan jalan yang setiap hari dilalui warga untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Menurut dia, jalan tersebut menjadi lintasan anak-anak menuju sekolah, sekaligus jalur masyarakat mengangkut hasil panen padi dari persawahan. Kondisi infrastruktur yang belum memadai tentu menjadi tantangan tersendiri bagi warga yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memberikan atensi khusus terhadap persoalan tersebut, sehingga kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang layak tidak terus tertunda.
” Jalan ini menjadi akses mobilitas masyarakat setiap hari. Anak-anak pergi ke sekolah melewati jalan tersebut, begitu juga petani yang membawa hasil panen padi sawah. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian khusus,” ujar Isa Aziz.
Ia juga menyebut masyarakat di kawasan tersebut belum pernah merasakan jalan beraspal sejak Indonesia merdeka. Pernyataan itu menggambarkan panjangnya penantian warga terhadap pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedalaman Paya Bakong.
Persoalan jalan Blang Sialet–Blang Ara pun bukan sekadar urusan aspal dan batu. Di balik jalan yang rusak, ada anak-anak yang harus menempuh perjalanan menuju sekolah, petani yang berjuang membawa hasil panen, serta roda ekonomi masyarakat yang membutuhkan akses transportasi memadai.
Kini, desakan warga dan perhatian dari unsur Partai Golkar kembali mengarah kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Masyarakat berharap keluhan yang telah berlangsung puluhan tahun itu dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan dan realisasi pembangunan yang jelas.
Sebab, bagi warga di pedalaman Paya Bakong, jalan yang layak bukanlah kemewahan. Ia merupakan kebutuhan dasar agar pendidikan, pertanian, dan kehidupan ekonomi tidak terus berjalan di atas keterbatasan.












