BeritaJAWA TIMURMALANG

Air Limbah Angkutan Ikan Basahi Jalan Sumber Manjing–Turen, Warga Keluhkan Bahaya Kecelakaan

33
×

Air Limbah Angkutan Ikan Basahi Jalan Sumber Manjing–Turen, Warga Keluhkan Bahaya Kecelakaan

Sebarkan artikel ini

Malang- Satupena.co.id: Warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengeluhkan aktivitas mobil pengangkut ikan basah dari kawasan nelayan Sendang Biru yang diduga membuang atau membiarkan air sisa muatan mengalir ke badan jalan sepanjang jalur Sumber Manjing–Turen.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Air sisa rendaman ikan yang tercecer di permukaan aspal menyebabkan jalan menjadi licin dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Keluhan warga terutama mengarah pada dua titik yang dianggap rawan, yakni turunan Jalan Pletes dan tanjakan di kawasan Jembatan Kali Lesti. Kedua lokasi tersebut memiliki kondisi jalan menanjak dan menurun sehingga meningkatkan risiko pengendara kehilangan kendali ketika melintas di atas permukaan jalan yang licin.

Baca Juga  PAGAR Jombang Geruduk Kantor Bupati, Desak Audiensi dan Kejelasan Polemik PT JPN

Salah seorang warga berinisial BS mengaku telah menyampaikan pengaduan terkait persoalan tersebut kepada pihak Polsek Sumber Manjing Wetan pada Rabu (4/11/2026).

Menurut warga, persoalan ini bukan kali pertama terjadi. Aktivitas kendaraan pengangkut ikan basah yang melintas dengan kondisi bak terbuka atau tidak tertutup rapat diduga menyebabkan air rendaman dan cairan sisa ikan merembes sepanjang perjalanan.

“Jalan terlihat kering, tetapi ketika menginjak rem, kendaraan bisa tergelincir. Licinnya terkadang tidak terlihat, tetapi bahayanya nyata. Sudah ada warga yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut,” ungkap BS.

Baca Juga  Jamaluddin Idham Kenang Perjuangan Syekh Khalilullah, Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Ulama

Warga menilai kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena ruas jalan Sumber Manjing–Turen merupakan jalur transportasi yang setiap hari digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas.

Selain membahayakan pengendara, cairan sisa ikan yang tercecer juga dikhawatirkan menimbulkan gangguan kebersihan dan kenyamanan lingkungan di sepanjang jalan.

Masyarakat berharap para pengusaha dan pemilik armada pengangkut ikan basah di kawasan Sendang Biru, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, segera melakukan pembenahan terhadap sistem pengangkutan hasil laut.

Beberapa langkah yang dinilai perlu dilakukan antara lain memastikan bak kendaraan tertutup rapat, menyediakan tempat penampungan air sisa ikan, serta memastikan tidak ada cairan muatan yang tercecer selama perjalanan.

Baca Juga  Bikin Adem, Polisi di Lampung Utara Kawal Mobil Jenazah Warga hingga Rumah Duka

Warga juga meminta pihak kepolisian dan instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan serta pengawasan terhadap kendaraan pengangkut ikan yang melintas di jalur tersebut.

Masyarakat berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut hingga menimbulkan korban kecelakaan yang lebih serius.

Keselamatan pengguna jalan merupakan kepentingan bersama. Karena itu, aktivitas usaha pengangkutan hasil laut semestinya tetap memperhatikan keselamatan, kebersihan, dan kenyamanan masyarakat.

Jangan sampai keuntungan usaha mengabaikan keselamatan pengguna jalan. ( Sunarto ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

‎Kemenkes RI Puji Gerak Cepat RSUD Tarutung, Pasien…