ACEHBENER MERIAHBerita

Gajah Liar Masuki SDN Pantan Sinaku, Siswa Dipulangkan Demi Keselamatan

71
×

Gajah Liar Masuki SDN Pantan Sinaku, Siswa Dipulangkan Demi Keselamatan

Sebarkan artikel ini

Redelong – Satupena.co.id : Kawanan gajah liar kembali memasuki kawasan permukiman masyarakat di Kecamatan Pintu Rime Gayo (PRG), Kabupaten Bener Meriah. Kali ini, tiga ekor gajah terpantau memasuki lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pantan Sinaku sehingga pihak sekolah terpaksa memulangkan seluruh siswa lebih awal demi menghindari risiko keselamatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kawanan gajah liar yang diperkirakan berjumlah sekitar 50 ekor memasuki kawasan permukiman di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Kehadiran satwa liar tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terhadap keselamatan warga dan terganggunya aktivitas pendidikan.

Sebagai langkah antisipasi, pihak SDN Pantan Sinaku mengambil keputusan untuk memulangkan seluruh siswa sekitar pukul 10.00 WIB. Kebijakan tersebut dilakukan guna mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat keberadaan gajah liar di sekitar lingkungan sekolah.

Baca Juga  Wisuda XIII USCND 2026, Wali Kota Langsa Titip Pesan untuk Generasi Masa Depan

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sekaligus Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Ilham Abdi, S.STP., MAP., menjelaskan bahwa berdasarkan laporan Kepala SDN Pantan Sinaku, Andika Saptariza, S.Pd., M.Pd., kepada Bupati Bener Meriah, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, sejumlah orang tua siswa turut berjaga di luar lingkungan sekolah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan anak-anak yang masih mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas sebelum akhirnya dipulangkan.

Untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, pihak sekolah juga mengupayakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring sementara waktu hingga kondisi lingkungan dinyatakan aman untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga  Ngopi Pagi Usai Suling, Kapolres Aceh Tengah Dekatkan Diri dan Serap Aspirasi Masyarakat

Ilham Abdi mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. Pasalnya, konflik antara manusia dan gajah liar tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga mulai berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan dan kehidupan sosial warga.

“Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Kita tentu tidak ingin aktivitas pendidikan terganggu, tetapi dalam situasi seperti ini langkah antisipasi harus dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Ilham.

Ia juga mengimbau masyarakat, pihak sekolah, orang tua siswa, serta aparatur kampung agar meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta tidak mendekati kawanan gajah, tidak melakukan tindakan yang dapat memancing agresivitas satwa, serta segera melaporkan setiap perkembangan kepada petugas terkait.

Baca Juga  Jalan Pertanian Lama Butuh Perhatian, Jamaluddin Idham Serap Aspirasi Warga Simeulue

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terus memberikan perhatian terhadap konflik gajah liar yang terjadi di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Penanganan persoalan tersebut dinilai membutuhkan langkah serius, terpadu, dan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah pusat serta instansi terkait.

Dengan demikian, keselamatan masyarakat dapat terlindungi dan aktivitas sosial, pendidikan, serta perekonomian warga tidak terus terganggu akibat konflik antara manusia dan satwa liar tersebut.

Reporter: Aliman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *