Meriah Jaya- Satupena.co.id: Pemerintah Desa Meriah Jaya mengingatkan seluruh masyarakat agar menjauhi praktik judi online (judol) yang dinilai dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi ekonomi, keharmonisan keluarga, serta kehidupan sosial masyarakat. Kamis 24 September 2026.
Imbauan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran terhadap semakin mudahnya akses masyarakat terhadap berbagai platform judi online melalui telepon seluler.
Kepala Desa Meriah Jaya, Mawardi, mengajak seluruh warga untuk tidak tergiur dengan janji mendapatkan uang secara cepat melalui perjudian daring.
Menurutnya, kebiasaan yang pada awalnya dianggap sekadar mencoba dengan nominal kecil dapat berkembang menjadi ketergantungan dan menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar.
Dana yang semestinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, kesehatan, maupun kebutuhan pertanian dapat tersedot untuk permainan judi online.
Kondisi tersebut, jika terus berlanjut, berpotensi menimbulkan persoalan baru seperti utang, penjualan aset, konflik rumah tangga hingga terganggunya pemenuhan kebutuhan keluarga.
“Warga sekalian, kekayaan yang halal dan berkah hanya didapat dari kerja keras, keringat, dan kejujuran. Jangan tergiur janji manis uang cepat. Judol itu bukan peluang, tetapi jebakan. Selamatkan keluarga kita, selamatkan anak-anak kita. Putuskan aksesnya sekarang sebelum terlambat,” ujar Mawardi.
Mawardi mengingatkan bahwa dampak judi online tidak hanya berkaitan dengan kehilangan uang. Kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi kehidupan sosial dan keharmonisan keluarga.
Sejumlah dampak yang perlu diwaspadai antara lain:
Kebutuhan rumah tangga terabaikan karena uang digunakan untuk berjudi.
Waktu produktif tersita karena terlalu sering bermain melalui telepon seluler.
Munculnya persoalan utang akibat kerugian yang terus berulang.
Hubungan antara suami, istri dan anak dapat terganggu.
Produktivitas bekerja dan berkebun menurun.
Kepercayaan keluarga maupun lingkungan sosial dapat ikut terdampak.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap judi online sebagai cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Pemerintah Desa Meriah Jaya bersama unsur terkait juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah penyebaran judi online di lingkungan masing-masing.
Warga diminta menghapus aplikasi maupun akses judi online dari perangkat pribadi, tidak menyebarkan tautan atau promosi judi, serta mengingatkan anggota keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak terjerumus.
Bagi warga yang sudah terlanjur mengalami masalah akibat judi online, pemerintah desa mengimbau agar tidak ragu mencari bantuan dan dukungan dari keluarga maupun pihak yang dapat memberikan pendampingan.
Mawardi menegaskan, kemajuan Desa Meriah Jaya tidak dibangun melalui keberuntungan semu, melainkan melalui kerja keras masyarakat, produktivitas, kebersamaan dan kehidupan keluarga yang harmonis.
“Mari kita jaga keluarga dan masa depan anak-anak kita. Jangan sampai judi online menghancurkan apa yang telah kita bangun selama ini. Desa Meriah Jaya harus menjadi desa yang produktif, aman, damai dan sejahtera,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyatakan sikap menolak judi online dan memilih jalan yang lebih produktif melalui kerja keras, usaha yang halal serta menjaga keharmonisan keluarga.
Penulis: Alimandiansyah













