AcehACEH TENGAHBerita

‎Revitalisasi TK IT An-Nahl Aceh Tengah Disorot, Lisplang Dinilai Kurang Rapi, K3 Pekerja Juga Dipertanyakan

×

‎Revitalisasi TK IT An-Nahl Aceh Tengah Disorot, Lisplang Dinilai Kurang Rapi, K3 Pekerja Juga Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah- Satupena.co.id:  Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di TK IT An-Nahl, Kampung Kayu Kul, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, mendapat sorotan. Selain kondisi pekerjaan pada bagian lisplang yang secara visual terlihat tidak rata dan bergelombang, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi juga menjadi perhatian.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari APBN.

TK IT An-Nahl tercantum memperoleh bantuan sebesar Rp536.540.594, termasuk PPN dan PPh. Pekerjaan meliputi rehabilitasi ruang kelas beserta perabotnya sebanyak tiga ruang, penataan lingkungan dan sanitasi.
‎Waktu pelaksanaan tercantum selama 90 hari, mulai 7 Juli hingga 7 Oktober 2026.

Pantauan awak media di lokasi pada Rabu (23/9/2026), kegiatan pembangunan masih berlangsung. Sejumlah pekerjaan terlihat dikerjakan, termasuk pembangunan pagar sekolah.

Salah satu bagian yang cukup terlihat adalah lisplang pada sisi bangunan yang tampak tidak lurus dan bergelombang.

Salah satu pihak yayasan yang ditemui di lokasi mengatakan dirinya turut memantau proses pembangunan dengan tujuan menjaga kualitas pekerjaan.

Ia mengatakan, sebelumnya terdapat pekerjaan tukang yang menurut penilaiannya kurang baik sehingga dirinya meminta Kepala TK untuk melakukan pergantian tenaga kerja demi menjaga mutu bangunan.

“Saya juga ikut memantau kegiatan pembangunan ini untuk menjaga kualitas bangunan. Kemarin ada kegiatan tukang yang saya nilai kurang bagus, sehingga saya menyuruh ibu kepala untuk mengganti demi menjaga kualitas bangunan,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan tersebut dilakukan karena pihak yayasan berharap pembangunan sekolah dapat menghasilkan bangunan yang baik dan dikerjakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Saya berharap sekolah ini bagus dan dikerjakan sesuai petunjuk teknis,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pihak yayasan turut memberikan perhatian terhadap proses pembangunan yang sedang berlangsung.

Warga Soroti Progres, K3 hingga Lisplang
‎Sementara itu, salah seorang warga yang memperhatikan perkembangan pembangunan tersebut memperkirakan pekerjaan secara keseluruhan telah berjalan sekitar 70 hingga 80 persen.

Namun, warga tersebut juga menyoroti aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Menurut pengamatannya, pekerja di lapangan belum terlihat menggunakan perlengkapan K3 sebagaimana mestinya, meskipun perlengkapan tersebut disebut telah tersedia di lokasi.

“Kalau saya melihat, kegiatan ini sudah berjalan sekitar 70 sampai 80 persen. Tetapi terkait K3, pekerjaan di lapangan tidak memakai perlengkapan K3, sementara perlengkapannya sudah disediakan,” ujar warga tersebut.

Ia mengatakan dirinya sempat melihat langsung aktivitas pekerjaan yang sedang berlangsung di lokasi.

Menurutnya, selain pekerjaan bangunan utama, saat ini pekerja juga tengah mengerjakan bagian pagar sekolah.
‎Dari sejumlah bagian pekerjaan yang diamatinya, warga tersebut menyebut kondisi lisplang menjadi salah satu bagian yang paling menonjol dan menurut pandangannya terlihat kurang rapi.

“Saya sempat melihat kegiatan yang sedang berjalan. Sekarang juga sedang membuat pagar sekolah. Yang paling menonjol menurut pandangan saya adalah lisplangnya, terlihat tidak rapi,” katanya.

Ketua P2SP Belum Berhasil Dikonfirmasi
‎Untuk memperoleh penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan, awak media kemudian menghubungi Kepala TK IT An-Nahl, Ema Yunita, S.E., M.Pd., Gr., melalui WhatsApp pada Rabu (23/9/2026).

Dalam komunikasi tersebut, Ema Yunita menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di luar daerah.

Ketika ditanyakan mengenai Ketua P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan), Kepala TK menyebut nama Ramlan.

Awak media kemudian meminta nomor kontak Ketua P2SP untuk melakukan konfirmasi langsung, khususnya terkait kondisi lisplang, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan serta penerapan K3 di lokasi.

Kepala TK sempat menyampaikan akan mengirimkan nomor Ketua P2SP tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, nomor kontak yang dijanjikan belum diterima oleh awak media.

Dalam komunikasi tersebut, Kepala TK juga sempat menanyakan identitas media yang melakukan konfirmasi. Menurut Ema Yunita, saat mengikuti rapat di Dinas Pendidikan, dirinya mendapat arahan untuk menanyakan media yang datang melakukan peliputan.

Awak media telah memperkenalkan diri dan menyampaikan bahwa konfirmasi dilakukan dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik dengan tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, termasuk prinsip keberimbangan dan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak terkait.

Dengan belum diperolehnya keterangan dari Ketua P2SP, sejumlah hal masih menunggu penjelasan, terutama mengenai standar dan spesifikasi lisplang, pengawasan mutu pekerjaan, penerapan K3, serta pembagian kewenangan antara P2SP, kepala satuan pendidikan dan pihak yayasan dalam pelaksanaan revitalisasi.

Hingga berita ini ditayangkan, Ketua P2SP yang disebut bernama Ramlan belum berhasil dikonfirmasi.

Awak media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Ketua P2SP, Kepala TK IT An-Nahl, Yayasan Rumahini Riestu Baharuddin, maupun pihak Dinas Pendidikan atau instansi terkait untuk memberikan penjelasan atas informasi yang diberitakan.

Baca juga Artikel ini :  Penolakan Penghentian Perbaikan Jalan Enang-Enang Menguat, Dukungan Masyarakat untuk Gerakan Swadaya Kian Meluas

( Onot ).

Hayo mau copy paste ya