BeritaSulawesi

AKP Lutfi Tinggalkan Minahasa Tenggara, Pengabdiannya Tuai Apresiasi: Humanis kepada Rakyat, Tegas Menegakkan Hukum

×

AKP Lutfi Tinggalkan Minahasa Tenggara, Pengabdiannya Tuai Apresiasi: Humanis kepada Rakyat, Tegas Menegakkan Hukum

Sebarkan artikel ini

Ketua Umum GTI Fikri Alkatiri: Sosok Seperti Lutfi Tidak Mudah Ditemukan, Mampu Merangkul Masyarakat Tanpa Mengurangi Ketegasan

Minahasa Tenggara- Satupena.co.id:  Kepergian AKP Lutfi Arinugraha Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dari jajaran Polres Minahasa Tenggara meninggalkan kesan tersendiri bagi sejumlah masyarakat dan elemen organisasi kemasyarakatan.

Selama mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Minahasa Tenggara, AKP Lutfi dinilai mampu menunjukkan bahwa ketegasan dalam penegakan hukum tidak harus dibangun dengan jarak terhadap masyarakat.

Sebaliknya, pendekatan humanis dan komunikasi terbuka justru menjadi bagian dari cara dirinya menjalankan tugas. Ia dinilai mampu membangun hubungan dengan berbagai lapisan masyarakat sekaligus tetap berdiri tegas dalam menjalankan fungsi penegakan hukum.

Karakter tersebut yang kemudian membuat sosok AKP Lutfi mendapat apresiasi dari sejumlah pihak di Minahasa Tenggara.

Kini, AKP Lutfi mendapat penugasan baru di lingkungan Bareskrim Polri. Perpindahan tugas tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pengembangan penugasan personel Polri.

Baca juga Artikel ini :  Kampung Perkebunan Pulau Tiga Luncurkan Program Gammawar, Bupati Apresiasi Inovasi dan Gotong Royong Warga

Meski demikian, bagi masyarakat yang selama ini mengenal kiprahnya, perpindahan tersebut bukan sekadar pergantian pejabat. Ada sosok yang dinilai telah meninggalkan rekam pengabdian dan komunikasi yang cukup kuat dengan masyarakat.

Ketua Umum LSM Garda Timur Indonesia (GTI), Fikri Alkatiri, secara terbuka memberikan apresiasi terhadap kinerja AKP Lutfi selama bertugas di Minahasa Tenggara.

Fikri menilai, tidak semua aparat penegak hukum mampu membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mempertahankan ketegasan dalam menjalankan tugas.

“Sosok yang baik dan humanis seperti Pak Lutfi tidak mudah ditemukan. Selama beliau menjabat sebagai Kasat Reskrim Minahasa Tenggara, beliau merupakan salah satu sosok yang mampu merangkul masyarakat,” ujar Fikri.

Menurutnya, pendekatan kepada masyarakat bukan berarti melemahkan penegakan hukum. Justru, komunikasi yang baik dinilai dapat menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan publik terhadap kepolisian.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 03/Pegasing Bantu Warga Bersihkan Halaman Rumah

Fikri juga menyoroti keterbukaan AKP Lutfi dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Beliau sangat humanis, terbuka terhadap masyarakat, namun tetap tegas dalam menjalankan tugas dan penegakan hukum,” tegas Fikri.

Bagi GTI, karakter seperti itu penting dipertahankan di tengah tuntutan masyarakat terhadap aparat penegak hukum yang tidak hanya mampu bertindak tegas, tetapi juga dapat mendengar dan memahami persoalan masyarakat.

Fikri berharap pengalaman AKP Lutfi selama bertugas di Minahasa Tenggara dapat menjadi bekal dalam menjalankan amanah baru di Bareskrim Polri.

Ia menilai, perpindahan tugas merupakan bagian dari perjalanan pengabdian seorang anggota Polri. Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana setiap amanah baru dapat dijalankan dengan integritas, profesionalisme dan keberpihakan pada kepentingan hukum serta masyarakat.

Baca juga Artikel ini :  Apel Dansat Divif 2 Kostrad Tahun 2024

“Perpindahan tugas maupun jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang biasa sebagai bagian dari pengembangan pengalaman dan bentuk pengabdian kepada negara serta masyarakat,” kata Fikri.

Ia pun menyampaikan doa dan dukungan agar AKP Lutfi mampu menjalankan tugas barunya dengan baik.

“Kami keluarga besar LSM Garda Timur Indonesia mendoakan semoga Pak Lutfi tetap semangat, semakin sukses dan berjaya dalam menjalankan tugas barunya di mana pun berada. Semoga selalu diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam pengabdian kepada negara dan masyarakat,” tutupnya.

Bagi masyarakat Minahasa Tenggara, pergantian jabatan boleh terjadi, tetapi keteladanan dalam menjalankan tugas dan cara membangun komunikasi dengan masyarakat akan selalu meninggalkan catatan tersendiri.

Hayo mau copy paste ya