ACEH TIMUR — Momentum 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah tahun ini menjadi hari yang tak terlupakan bagi masyarakat Dusun Alue Rincong, Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Tepat pada Selasa, 25 Agustus 2026, Masjid An-Nur resmi diserahterimakan kepada masyarakat untuk menjadi rumah ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sosial.
Masjid tersebut merupakan bantuan dari Haji Muhammad Faisol bersama keluarga. Pembangunannya dilaksanakan oleh Sekolah Relawan melalui bidang Semai Wakaf, sebagai bagian dari kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Serah terima Masjid An-Nur bukan sekadar penyerahan sebuah bangunan. Di balik berdirinya masjid tersebut terdapat semangat kepedulian, gotong royong dan keikhlasan untuk menghadirkan kembali ruang ibadah bagi masyarakat Dusun Alue Rincong yang sebelumnya terdampak bencana.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Gampong Pante Rambong, Zulkifli, SH, mewakili Kepala Desa Hermanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pembangunan masjid.
“Kami atas nama Pemerintah Gampong Pante Rambong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sekolah Relawan, khususnya bidang Semai Wakaf, yang telah hadir dan membantu masyarakat kami. Terima kasih juga kepada Haji Muhammad Faisol beserta keluarga atas bantuan pembangunan Masjid An-Nur ini, ujar Zulkifli yang akrab disapa Aneuk Syuhada.
Menurutnya, kehadiran Masjid An-Nur menjadi bukti bahwa kepedulian dan solidaritas dapat menghadirkan harapan baru bagi masyarakat, terutama setelah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Namun, di balik pembangunan masjid tersebut, terdapat kisah kemanusiaan yang jauh lebih dalam. Bencana banjir yang menghancurkan rumah ibadah di Dusun Alue Rincong ternyata juga menjadi jalan bagi orang-orang dari berbagai daerah untuk saling mengenal dan menjalin silaturahmi.
Dengan suara penuh haru, Aneuk Syuhada mengatakan bahwa sebelum bencana banjir terjadi, masyarakat Alue Rincong dan para pihak yang datang membantu tidak pernah saling mengenal.
“Sebelum banjir, kita tidak saling mengenal. Namun musibah ini adalah cara Allah mempertemukan kita. Dari Depok, dari markas Sekolah Relawan, bisa sampai ke Pante Rambong. Dari Jakarta, Haji Muhammad Faisol juga bisa sampai ke Pante Rambong. Inilah cara Allah mempertemukan kita untuk menjalin silaturahmi lewat bencana banjir yang menghancurkan rumah ibadah di Dusun Alue Rincong, ujar Aneuk Syuhada penuh haru.
Ia menilai, meskipun banjir telah meninggalkan luka dan kerusakan besar, dari musibah tersebut juga lahir persaudaraan dan kepedulian yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.
“Mungkin kita tidak pernah merencanakan untuk bertemu. Tetapi Allah punya cara sendiri untuk mempertemukan kita. Masjid ini menjadi saksi bahwa dari sebuah musibah bisa lahir silaturahmi, persaudaraan dan kebaikan yang insya Allah akan terus mengalir, lanjutnya.
Zulkifli juga mengajak masyarakat agar tidak berhenti pada rasa syukur atas berdirinya masjid. Menurutnya, tugas yang lebih besar justru dimulai setelah masjid diserahterimakan, yakni bagaimana masyarakat mampu menjaga dan memakmurkannya.
“Masjid ini sekarang telah diserahkan kepada masyarakat. Karena itu, mari kita jaga, kita rawat dan yang paling penting kita makmurkan. Jangan sampai masjid ini hanya megah bangunannya, tetapi sepi dari jamaah dan kegiatan keagamaan, tegasnya.
Ia juga mendoakan agar Masjid An-Nur menjadi amal jariyah bagi Haji Muhammad Faisol, keluarga, Sekolah Relawan, bidang Semai Wakaf serta seluruh pihak yang terlibat.
“Semoga Masjid An-Nur terus bercahaya, menjadi cahaya bagi masyarakat dan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Semoga kebaikan ini menjadi penerang bagi keluarga besar Haji Muhammad Faisol di yaumil mahsyar nantinya, ungkap Aneuk Syuhada.
Anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi Partai Aceh, Abi Jalaluddin, dalam sambutannya turut memberikan apresiasi atas pembangunan dan penyerahan Masjid An-Nur kepada masyarakat.
Ia menilai keberadaan masjid memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar tempat melaksanakan shalat. Masjid, menurutnya, harus menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan agama, silaturahmi serta tempat membentuk karakter generasi muda.
Abi Jalaluddin juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas masjid dan mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat.
“Masjid ini adalah milik masyarakat. Mari kita rawat bersama dan kita hidupkan dengan shalat berjamaah, pengajian, pendidikan agama dan kegiatan yang dapat membangun generasi muda, pesannya.
Ia menyampaikan penghargaan kepada Haji Muhammad Faisol dan keluarga serta Sekolah Relawan melalui bidang Semai Wakaf yang telah menghadirkan fasilitas ibadah bagi masyarakat Alue Rincong.
Sementara itu, Haji Muhammad Faisol dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan Masjid An-Nur hingga akhirnya dapat diserahkan dan digunakan oleh masyarakat.
Ia berharap keberadaan masjid tersebut dapat memberikan manfaat yang luas dan menjadi tempat masyarakat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Haji Muhammad Faisol juga berharap masyarakat dapat menjaga masjid tersebut dengan baik serta menjadikannya sebagai pusat kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan.
Bagi keluarga Haji Muhammad Faisol, pembangunan Masjid An-Nur diharapkan menjadi bagian dari amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat.
Rangkaian kegiatan serah terima Masjid An-Nur kemudian ditutup dengan doa bersama setelah pelaksanaan shalat Ashar, yang sekaligus menjadi shalat Ashar pertama di Masjid An-Nur.
Momen tersebut berlangsung penuh haru dan khidmat. Setelah masjid resmi diserahterimakan, masyarakat bersama para tamu undangan melaksanakan shalat Ashar berjamaah untuk pertama kalinya di masjid yang baru selesai dibangun tersebut.
Doa kemudian dipanjatkan agar Masjid An-Nur senantiasa diberkahi, dijauhkan dari berbagai musibah, serta menjadi tempat lahirnya generasi yang mencintai Al-Qur’an, agama dan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Abi Jalaluddin, anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi Partai Aceh; Manager Telkomsel; Haji Muhammad Faisol beserta rombongan dari Jakarta; tokoh agama; tokoh masyarakat; Tuha Peut; aparatur Gampong Pante Rambong; Imum Mukim Kemukiman Blang Seunong Abdul Wahab; Imum Gampong Abdul Hamid; tokoh pemuda Zainuddin Daud; serta masyarakat Dusun Alue Rincong dan tamu undangan lainnya.
Serah terima yang berlangsung bertepatan dengan momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi catatan penting bagi masyarakat Alue Rincong.
Masjid An-Nur kini bukan lagi sekadar bangunan baru di tengah permukiman warga. Ia diharapkan menjadi cahaya baru bagi Alue Rincong, tempat sujud, tempat belajar, tempat bersilaturahmi dan tempat membangun generasi masa depan.
Bencana memang telah menghancurkan sebagian kehidupan masyarakat. Namun dari puing-puing musibah itu, Allah mempertemukan orang-orang baik dari berbagai tempat, menghadirkan kepedulian dan membangun kembali rumah ibadah yang kini menjadi simbol persaudaraan.
Dengan shalat Ashar pertama serta doa yang dipanjatkan bersama, Masjid An-Nur secara resmi memulai perjalanan panjangnya untuk menjadi rumah Allah yang terus hidup bersama masyarakat.
Reporter: ZAS

















