AcehACEH UTARABeritaOlahragaPendidikan

Semarak HUT ke-81 RI, Kacabdin dan Kepala Sekolah Aceh Utara Adu Strategi di Lapangan

×

Semarak HUT ke-81 RI, Kacabdin dan Kepala Sekolah Aceh Utara Adu Strategi di Lapangan

Sebarkan artikel ini

ACEH UTARA — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan pendidikan Aceh Utara tidak berhenti pada seremoni. Para pimpinan satuan pendidikan justru turun langsung ke lapangan, bertanding, menyusun strategi, sekaligus memperkuat solidaritas melalui olahraga persahabatan.

 

Kegiatan yang digelar Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Aceh Utara, Kamis, (13/8/2026), itu mempertemukan jajaran pimpinan Cabdin dan kepala sekolah dalam dua cabang olahraga, yakni bola voli dan sepak bola.

 

Turnamen tersebut berlangsung di dua lokasi di Kecamatan Syamtalira Aron. Pertandingan bola voli dipusatkan di lapangan SMAN 1 Syamtalira Aron, sedangkan sepak bola digelar di Lapangan Simpang Mulieng.

 

Bagi penyelenggara, kegiatan ini bukan sekadar perkara menang atau kalah. Olahraga dijadikan ruang untuk mencairkan sekat birokrasi, membuka komunikasi yang lebih informal, serta memperkuat hubungan antarpimpinan satuan pendidikan di Aceh Utara.

 

Adu Strategi di Lapangan Voli

 

Pertandingan bola voli diawali servis pertama oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara, Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd.

Baca juga Artikel ini :  Tokoh Pemuda Deli Serdang Minta Semua Pihak Hormati Wewenang Bupati soal Mutasi di Dinas Pendidikan

 

Setelah peluit pertandingan dibunyikan, suasana lapangan berubah meriah. Para peserta yang sehari-hari berkutat dengan urusan administrasi, kebijakan dan manajemen sekolah harus menunjukkan kemampuan berbeda di arena olahraga.

 

Setiap poin disambut sorakan dan tepuk tangan penonton. Strategi permainan, kekompakan tim, hingga kemampuan menjaga konsentrasi menjadi bagian dari pertandingan.

 

Tak ada sekat jabatan di tengah lapangan. Kepala sekolah dan jajaran Cabdin berdiri dalam posisi yang sama sebagai pemain yang harus bekerja sama untuk memenangkan pertandingan.

 

Suasana semakin meriah dengan dukungan penonton yang berada di sisi lapangan. Meski tensi pertandingan cukup tinggi, seluruh peserta tetap menjaga sportivitas dan suasana persahabatan.

 

Partai Puncak Sepak Bola

 

Di tempat berbeda, Lapangan Simpang Mulieng menjadi arena pertandingan sepak bola persahabatan. Turnamen yang telah berlangsung selama dua hari itu memasuki partai puncak.

 

Empat tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka adalah Tim Kepala Sekolah SMA Wilayah Barat, Tim Kepala Sekolah SMA Wilayah Timur, Tim Cabdin Aceh Utara, serta Tim Kepala SMK se-Aceh Utara.

Baca juga Artikel ini :  Pemko Lhokseumawe Tertibkan Usaha Walet Ilegal, Puluhan Lokasi Disegel

 

Di atas lapangan hijau, jabatan dan rutinitas birokrasi sejenak ditanggalkan. Para kepala sekolah dan jajaran Cabdin beradu kemampuan, membaca pergerakan lawan, menyusun strategi dan membangun kerja sama tim.

 

Namun, pertandingan tidak diarahkan sekadar untuk mencari siapa yang terbaik. Semangat persahabatan menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

 

Olahraga Sebagai Ruang Solidaritas

 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara, Muhammad Johan, mengatakan kegiatan olahraga tersebut sengaja dikemas dalam suasana santai agar momentum peringatan kemerdekaan dapat menjadi ruang mempererat hubungan antarpelaku pendidikan.

 

“Momentum ini diharapkan mampu mengobarkan semangat kemerdekaan sekaligus menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi, membangun ruang komunikasi, serta menjaga soliditas antarinstansi pendidikan di seluruh wilayah Aceh Utara,” kata Johan.

 

Menurut nya, olahraga memiliki kekuatan untuk mempertemukan berbagai unsur dalam suasana yang lebih cair. Pertandingan tidak semata-mata diukur dari skor akhir, tetapi juga dari kemampuan membangun kebersamaan dan menjaga sportivitas.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana Gelar Jumat Curhat Dengan Masyarakat 

 

“Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan. Yang lebih penting adalah bagaimana kebersamaan dan sportivitas tetap terjaga,” ujarnya.

 

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para pimpinan sekolah untuk membangun komunikasi di luar forum kedinasan. Mereka yang biasanya bertemu dalam rapat dan agenda resmi kini berbagi lapangan, saling menyemangati dan berkompetisi dalam suasana penuh keakraban.

 

Semarak HUT ke-81 RI akhirnya tidak hanya hadir dalam bentuk upacara dan atribut merah putih. Di Aceh Utara, semangat kemerdekaan diterjemahkan melalui kebersamaan, sportivitas dan solidaritas di antara para pengelola pendidikan.

 

Lapangan voli dan lapangan hijau menjadi panggung kecil untuk memperkuat kerja sama yang lebih besar. Sebab, tantangan pendidikan tidak cukup dihadapi dengan kebijakan dan administrasi, tetapi juga membutuhkan komunikasi, kekompakan dan solidaritas dari seluruh unsur yang berada di dalamnya.

 

Dari lapangan olahraga, para pimpinan pendidikan Aceh Utara mengirim pesan sederhana: kompetisi boleh berlangsung sengit, tetapi persaudaraan dan solidaritas harus tetap menjadi pemenangnya.

Hayo mau copy paste ya