AcehACEH TAMIANGBerita

Plt. Sekda Aceh Tamiang: Karya Tulis dan Konten Digital Kunci Pelestarian Tradisi Daerah

×

Plt. Sekda Aceh Tamiang: Karya Tulis dan Konten Digital Kunci Pelestarian Tradisi Daerah

Sebarkan artikel ini

Aceh Tamiang–satupena.co.id: Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mendorong generasi muda untuk aktif melestarikan kekayaan budaya daerah melalui pendokumentasian dalam bentuk karya tulis serta pengemasan konten positif di media sosial dan platform digital. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal di Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (11/8/2026).

 

Mewakili Bupati Aceh Tamiang, Syuibun Anwar menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas para penulis muda lokal agar mampu merekam dan menyebarluaskan kearifan lokal Aceh Tamiang secara kreatif, informatif, dan berkelanjutan.

Baca juga Artikel ini :  Antisipasi Guantibmas: dan Cuaca Ekstrem Polsek Ulee Lheue Kota Banda Aceh laksanakan Patroli Laut

 

“Bimtek ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas penulis lokal muda yang kreatif sekaligus peduli terhadap pelestarian budaya daerah,” ujar Syuibun di hadapan para peserta.

 

Transformasi Tradisi Lisan Menjadi Karya Tulis dan Konten Kreatif

Syuibun menekankan, kekayaan budaya Aceh Tamiang banyak yang masih diwariskan secara lisan — melalui cerita rakyat, adat istiadat, dan kearifan lokal turun-temurun. Tanpa dokumentasi tertulis, warisan budaya ini berisiko hilang tergerus zaman. Oleh karena itu, ia mendorong para peserta tidak hanya menghasilkan karya tulis, tetapi juga memanfaatkan media sosial dan internet untuk membuat konten positif yang memperkenalkan sejarah, adat istiadat, kuliner tradisional, dan nilai-nilai lokal Aceh Tamiang kepada khalayak luas.

Baca juga Artikel ini :  dr Desra Novianto Ucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Aceh Singkil ke 27

 

“Tradisi tutur dan berbagai kearifan lokal perlu ditransformasikan ke dalam bentuk tulisan agar dapat menjadi dokumentasi dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

 

Syuibun berharap para peserta mampu menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif dan bernilai seni, tetapi juga menjadi media efektif untuk memperkenalkan identitas budaya Aceh Tamiang kepada masyarakat di luar daerah maupun secara nasional.

Baca juga Artikel ini :  Wabup Armia Pimpin Apel Perdana Pasca Lebaran, Tegaskan Disiplin ASN dan Pelayanan Prima

 

Bimtek Berlangsung Tiga Hari, Bahas Sejarah hingga Kuliner Tradisional

Bimbingan teknis ini berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Agustus 2026, dengan kurikulum materi yang mencakup sejarah lokal, adat istiadat, kuliner tradisional, serta berbagai bentuk kearifan lokal khas Aceh Tamiang.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), para narasumber yang berkompeten di bidang budaya dan kepenulisan, mahasiswa, pegawai perpustakaan, serta masyarakat umum yang memiliki minat terhadap pengembangan literasi dan pelestarian budaya daerah..(YOGI) .

Hayo mau copy paste ya