AcehACEH UTARABerita

Revitalisasi SMAN 1 Tanah Pasir Diselimuti Tanda Tanya, APD Hilang Dan Papan Proyek Tak Berbekas

×

Revitalisasi SMAN 1 Tanah Pasir Diselimuti Tanda Tanya, APD Hilang Dan Papan Proyek Tak Berbekas

Sebarkan artikel ini

Aceh Utara, satupena.co.id – Proyek revitalisasi di SMAN 1 Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah dugaan pelanggaran dalam pelaksanaannya. Selain pekerja yang diduga tidak menerapkan standar keselamatan kerja, sumber material konstruksi yang digunakan serta minimnya keterbukaan informasi proyek turut memicu pertanyaan publik.

Berdasarkan hasil penelusuran di lokasi pada Minggu, (21/6/2026), sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas di atas bangunan tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Padahal pekerjaan tersebut berlangsung di ketinggian dan memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, baik oleh pelaksana kegiatan maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap pembangunan sekolah.

Tak hanya persoalan keselamatan kerja, perhatian juga tertuju pada material yang digunakan. Di area proyek ditemukan tumpukan pasir dan batu cor yang diduga berasal dari sumber galian C yang belum jelas legalitasnya. Dugaan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kepatuhan proyek terhadap ketentuan yang mengatur penggunaan material dalam pekerjaan konstruksi yang dibiayai negara.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Pidie Duduk Bareng Anggotanya, Menikmati Makan Siang Saat Pengamanan Rapat Pleno

Di sisi lain, proyek yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp2 miliar itu juga dinilai minim transparansi. Saat dilakukan pemantauan di lapangan, papan informasi proyek yang lazim dipasang untuk menjelaskan sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana kegiatan, serta waktu pelaksanaan pekerjaan tidak terlihat di lokasi.

Ketiadaan informasi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh gambaran mengenai proyek yang dibiayai menggunakan anggaran publik.

Baca juga Artikel ini :  Pesta Jubileum 125 Tahun HKBP Nagasaribu Berlangsung Khidmat, Pemkab Tapanuli Utara Siap Berkolaborasi Membangun Daerah

Kepala SMAN 1 Tanah Pasir, Bakhtiar, yang juga bertanggung jawab dalam Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), pada Senin, 22 Juni 2026, mengirimkan dokumentasi foto kepada awak media. Dalam dokumentasi itu terlihat beberapa pekerja mengenakan helm dan rompi proyek, serta sebuah papan informasi kegiatan.

Namun, saat dilakukan pengecekan ulang ke lokasi pada Selasa, 23 Juni 2026, papan informasi yang sebelumnya ditunjukkan melalui foto tidak ditemukan. Upaya konfirmasi lanjutan kepada Bakhtiar terkait keberadaan papan tersebut belum memperoleh penjelasan.

Menanggapi temuan pekerja yang tidak menggunakan APD, Bakhtiar menyatakan perlengkapan keselamatan sebenarnya telah disediakan.

“Pakaian pekerja sudah saya berikan, hanya saja mereka tidak disiplin memakainya,” kata Bakhtiar saat dikonfirmasi.

Baca juga Artikel ini :  PD IPARI Pidie Gelar Penyuluhan Keagamaan Bagi Kelompok Disabilitas

Sementara mengenai asal material konstruksi, ia mengaku pembelian dilakukan melalui pihak ketiga, yakni sopir truk pengangkut material. Namun ketika ditanya mengenai legalitas sumber material tersebut, ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Sejumlah kalangan menilai temuan-temuan tersebut perlu mendapat perhatian instansi terkait guna memastikan proyek revitalisasi berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan terhadap standar keselamatan kerja, legalitas material bangunan, hingga keterbukaan informasi publik dinilai penting untuk menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Hingga berita ini diturunkan, pekerjaan revitalisasi di SMAN 1 Tanah Pasir masih berlangsung. Publik kini menunggu langkah pemerintah dan aparat pengawas untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam pelaksanaan proyek tersebut serta menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat.

Hayo mau copy paste ya