Aceh Tamiang, satupena.co.id: Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana hidrometeorologi. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen menjaga ketahanan pangan sekaligus memulihkan sumber pendapatan utama masyarakat di wilayah pedesaan.
Pemulihan difokuskan pada sejumlah tahapan krusial: pembersihan timbunan lumpur, normalisasi saluran irigasi dari jaringan primer hingga tersier, perbaikan pematang, hingga pengolahan tanah agar kembali subur dan siap ditanami.
Pada Senin (22/6/2026), Bupati Aceh Tamiang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yunus, SP bersama Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi turun langsung meninjau hasil kerja di Kampung Matang Tepah, Kecamatan Bendahara. Di lokasi tersebut, seluas 10,32 hektare sawah telah selesai direhabilitasi dan siap dimanfaatkan kembali.
Ketua Kelompok Tani Bersatu menyampaikan bahwa penanaman padi akan segera dimulai, dengan perkiraan masa panen jatuh pada 15 Oktober 2026 mendatang.
“Alhamdulillah, kami sudah bisa kembali menanam. Biasanya hasil panen di sini mencapai 8–9 ton gabah per hektare. Kami juga bersyukur dalam dua tahun terakhir pupuk mudah didapat dan harganya terjangkau,” ujarnya penuh harap.
Staf Ahli Bupati, Yunus, menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar memulihkan lahan, melainkan memulihkan harapan hidup masyarakat. “Semoga kerja keras ini bisa mengembalikan kondisi ekonomi petani seperti sedia kala, bahkan menjadikannya lebih baik dari sebelumnya,” harapnya.
Secara keseluruhan, program ini mencakup total 712 hektare sawah yang tersebar di tiga kecamatan, dengan Kecamatan Bendahara menjadi wilayah terluas yang ditangani. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan kelompok tani terus diperkuat agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.(Yogi)

















