AcehBENER MERIAHBerita

Warga Samar Kilang Tegas Tolak Rencana Tambang Emas di Syiah Utama

×

Warga Samar Kilang Tegas Tolak Rencana Tambang Emas di Syiah Utama

Sebarkan artikel ini

Masyarakat khawatir aktivitas pertambangan mengancam kelestarian hutan, sumber air, dan masa depan generasi di tanah leluhur mereka.

Bener MeriahSatupena.co.id:  Masyarakat Kampung Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, menyatakan penolakan tegas terhadap rencana aktivitas pertambangan emas yang diduga akan dilakukan oleh PT Elite Rare Mineral di wilayah tersebut.

Samar Kilang yang berada di kawasan pedalaman Kecamatan Syiah Utama selama ini dikenal sebagai daerah yang masih memiliki kekayaan hutan alam dan sumber daya lingkungan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat. Namun, keberadaan potensi kandungan emas di kawasan itu mulai menarik perhatian sejumlah investor tambang.

Menanggapi rencana tersebut, sejumlah warga menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap dampak yang dapat ditimbulkan apabila aktivitas pertambangan benar-benar dilakukan.

Baca juga Artikel ini :  Sekolah Inspirasi Bangsa Wisudakan 83 Siswa Angkatan ke-8, Cetak Generasi Tangguh dan Peduli Lingkungan

Salah seorang warga Samar Kilang, Sabnu, menegaskan bahwa masyarakat tidak menginginkan hadirnya aktivitas pertambangan yang dinilai berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat maupun generasi mendatang.

“Jangan hilangkan Samar Kilang hanya karena kepentingan segelintir orang. Kami masih memiliki banyak generasi muda yang ingin hidup selaras dengan alam. Kami tidak ingin tanah leluhur ini berubah menjadi kawasan yang rusak akibat pertambangan,” ujar Sabnu.

Menurutnya, hutan, sungai, dan lahan yang ada di Samar Kilang merupakan sumber kehidupan utama masyarakat yang selama ini menopang kebutuhan sehari-hari warga.

“Jangan gali hutan kami, jangan hancurkan kampung kami, dan jangan keruhkan sungai kami. Semua itu adalah sumber kehidupan masyarakat Samar Kilang. Jika lingkungan rusak, maka masa depan masyarakat juga akan terancam,” tegasnya.

Baca juga Artikel ini :  Rumah Warga Dibobol Saat Salat Subuh, Keamanan Lingkungan Ringin Kembar Dipertanyakan

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Samar Kilang dan wilayah Syiah Utama untuk bersatu menjaga kawasan mereka dari berbagai aktivitas yang dinilai berpotensi merusak lingkungan.

Sabnu mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh berbagai janji dan iming-iming yang kerap ditawarkan investor pertambangan. Menurutnya, banyak daerah yang mengalami kerusakan lingkungan dan konflik sosial setelah masuknya aktivitas eksploitasi sumber daya alam.

“Kita harus belajar dari berbagai daerah lain. Jangan sampai karena tergiur janji kesejahteraan sesaat, kita kehilangan hutan, sungai, dan tanah yang selama ini menjadi warisan bagi anak cucu kita,” katanya.

Baca juga Artikel ini :  Jalan Provinsi Isaq –Jagong Dibiarkan Nyaris Ambruk PUPR Aceh Dipertanyakan

Masyarakat berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta pihak terkait dapat mendengarkan aspirasi warga dan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat sebelum mengambil keputusan terkait rencana pertambangan di kawasan Syiah Utama.

“Ini bukan hanya soal hari ini, tetapi soal masa depan kampung dan generasi yang akan datang. Mari rapatkan barisan dan bersatu menjaga tanah leluhur kita agar tetap lestari dan tidak dikuasai oleh kepentingan yang dapat merugikan masyarakat,” tutup Sabnu.

(  Iwan ).

Hayo mau copy paste ya