Aceh Utara, satupena.co.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuta Makmur kembali memperlihatkan kiprahnya di tengah masyarakat. Selain menjalankan tugas utama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis bagi pelajar, balita, ibu hamil dan lansia, lembaga tersebut juga mengambil bagian dalam mendukung pelestarian seni dan budaya daerah.
Dapur MBG yang beroperasi di bawah naungan Yayasan Peduli Kemakmuran Rakyat itu memberikan dukungan pada pelaksanaan Festival Pentas Seni dan Budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di kawasan wisata Lhok Buloh, Gampong Panton Rayeuk II, Kecamatan Kuta Makmur, yang diikuti oleh siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah negeri, Sabtu hingga Minggu (13–14 Juni 2026).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan 350 porsi makanan (nasi) siap saji untuk satu hari, guna membantu kebutuhan konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Pemilik sekaligus mitra dapur MBG Kuta Makmur, H. Anwar Risyen, mengatakan kehadiran SPPG tidak semata-mata berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung berbagai aktivitas yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Program ini memang berfokus pada peningkatan kualitas gizi anak-anak. Namun kami juga ingin hadir dalam setiap kegiatan yang membawa dampak positif, baik di bidang sosial, kemasyarakatan, maupun pelestarian budaya,” ujar Anwar, Sabtu (13/6/2026).
Anggota DPRK Aceh Utara dari Fraksi Gerindra itu menilai seni dan budaya merupakan identitas daerah yang perlu dijaga bersama. Karena itu, dukungan terhadap festival tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk ikut mendorong tumbuhnya ruang ekspresi dan kreativitas masyarakat.
“Kami menyerahkan 350 porsi makanan siap saji kepada panitia pelaksana sebagai bentuk partisipasi. Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat membantu kelancaran acara sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam menyukseskan agenda kebudayaan daerah,” pungkasnya.
Ketua panitia pelaksana, Muhammad Rizal atau yang akrab disapa Tgk Adek, menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan SPPG Kuta Makmur. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menyukseskan penyelenggaraan festival.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Bantuan ini menunjukkan adanya kepedulian dan semangat kebersamaan dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang seni dan budaya,” ujarnya.
Ia berharap sinergi yang terbangun dapat terus berlanjut, baik dalam mendukung kegiatan kebudayaan maupun upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda melalui program pemenuhan gizi.
Festival Pentas Seni dan Budaya sendiri menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan tradisi, seni pertunjukan, serta potensi lokal. Selain memperkuat identitas, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong geliat pariwisata dan ekonomi masyarakat di kawasan Kuta Makmur.

















