AcehACEH TENGAHBerita

Pemuda Arul Badak Tolak Rencana Eksplorasi Emas PT Pegasing Alam Makmur

×

Pemuda Arul Badak Tolak Rencana Eksplorasi Emas PT Pegasing Alam Makmur

Sebarkan artikel ini

Saprian Syahri Serukan Penolakan Demi Kelestarian Lingkungan dan Sumber Air Warga

Takengon – Satupena.co.id:
Rencana eksplorasi emas di kawasan Arul Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah oleh PT Pegasing Alam Makmur menuai sorotan dari masyarakat, khususnya kalangan pemuda setempat.

Salah satu pemuda Arul Badak, Saprian Syahri yang akrab disapa Sapri, menyatakan sikap tegas menolak rencana tersebut. Ia menilai aktivitas pertambangan emas berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Lhokseumawe dan PJ Walikota Lhokseumawe Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2024

“Kami sebagai generasi muda Arul Badak tidak akan tinggal diam. Tambang emas ini hanya akan membawa kerusakan bagi alam, bukan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Sapri, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, kawasan Arul Badak merupakan daerah aliran sungai (DAS) yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, terutama sebagai sumber air bersih dan penunjang sektor pertanian. Ia khawatir aktivitas eksplorasi emas akan mencemari sungai akibat penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri.

Baca juga Artikel ini :  Delapan Masjid di Bener Meriah Diusulkan Ikuti Penilaian Program Masjid Ramah Pemudik Idul Fitri 2026

“Jika ini tetap dilakukan, dampaknya akan sangat besar. Air bisa tercemar, lahan pertanian rusak, dan kesehatan masyarakat terancam,” tambahnya.

Sapri juga mengajak seluruh pemuda di Aceh Tengah untuk bersikap kritis dan berani menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai tidak ramah lingkungan.

Ia menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat hingga aparatur desa, sangat diperlukan untuk mengawal aspirasi penolakan tersebut agar dapat didengar oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Baca juga Artikel ini :  Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan Raih Penghargaan UHC Award 2026.

“Ini bukan hanya soal hari ini, tapi masa depan lingkungan dan generasi mendatang. Kami berharap semua pihak bisa bersama-sama menjaga Arul Badak dari kerusakan,” tutupnya. ( Iwan Karuna ).

Hayo mau copy paste ya