Takengon – Satupena.co.id:
Rencana eksplorasi emas di kawasan Arul Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah oleh PT Pegasing Alam Makmur menuai sorotan dari masyarakat, khususnya kalangan pemuda setempat.
Salah satu pemuda Arul Badak, Saprian Syahri yang akrab disapa Sapri, menyatakan sikap tegas menolak rencana tersebut. Ia menilai aktivitas pertambangan emas berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius.
“Kami sebagai generasi muda Arul Badak tidak akan tinggal diam. Tambang emas ini hanya akan membawa kerusakan bagi alam, bukan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Sapri, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, kawasan Arul Badak merupakan daerah aliran sungai (DAS) yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, terutama sebagai sumber air bersih dan penunjang sektor pertanian. Ia khawatir aktivitas eksplorasi emas akan mencemari sungai akibat penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri.
“Jika ini tetap dilakukan, dampaknya akan sangat besar. Air bisa tercemar, lahan pertanian rusak, dan kesehatan masyarakat terancam,” tambahnya.
Sapri juga mengajak seluruh pemuda di Aceh Tengah untuk bersikap kritis dan berani menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai tidak ramah lingkungan.
Ia menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat hingga aparatur desa, sangat diperlukan untuk mengawal aspirasi penolakan tersebut agar dapat didengar oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi.
“Ini bukan hanya soal hari ini, tapi masa depan lingkungan dan generasi mendatang. Kami berharap semua pihak bisa bersama-sama menjaga Arul Badak dari kerusakan,” tutupnya. ( Iwan Karuna ).













