Aceh Tamiang – Satupena.co.id:
Deru mesin molen pengaduk beton yang menggema memecah keheningan di lokasi pembangunan jembatan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (04/05/2026). Meski terdengar bising dan berisik, suara tersebut justru menjadi pemantik semangat bagi personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama masyarakat setempat.
Bagi mereka, gemuruh mesin molen bukanlah gangguan, melainkan tanda nyata bahwa pembangunan infrastruktur jembatan plat beton terus berjalan sesuai target. Aktivitas di lokasi tampak padat, dengan para prajurit TNI dan warga bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan tanpa menghiraukan kebisingan maupun debu yang berterbangan.
Kepulan asap tipis dari knalpot mesin diesel pun seakan menjadi bagian dari rutinitas yang tak terpisahkan. Semangat gotong royong dan dedikasi tinggi terlihat jelas, mencerminkan komitmen kuat demi mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Koordinator pembangunan jembatan plat beton, Kapten Erwinsyah, menegaskan bahwa penggunaan mesin molen memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan pekerjaan. Menurutnya, alat tersebut mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pencampuran material.
“Mesin ini sangat vital. Setiap hari beroperasi dari pagi hingga sore tanpa henti, sehingga sangat membantu meringankan beban kerja di lapangan,” ujar Kapten Erwinsyah.
Dalam proyek ini, satu unit mesin molen dioperasikan secara maksimal. Putaran mesin yang terus berdentum seakan menjadi ritme penyemangat bagi seluruh tim agar tetap fokus dan bekerja cepat, meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu.
Lebih lanjut, Kapten Erwinsyah menjelaskan bahwa pemanfaatan alat bantu seperti mesin molen merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari, mengingat keterbatasan tenaga manusia dalam pekerjaan fisik yang berat dan berulang.
“Jika pencampuran material dilakukan secara manual, tentu akan memakan waktu lebih lama dan berpotensi menghambat penyelesaian proyek. Dengan adanya mesin ini, pekerjaan bisa diselesaikan lebih cepat tanpa mengurangi kualitas,” jelasnya.
Sinergi antara kekuatan fisik prajurit TNI, partisipasi aktif masyarakat, serta dukungan teknologi sederhana seperti mesin molen menjadi kunci keberhasilan percepatan pembangunan jembatan ini. Diharapkan, infrastruktur yang dibangun melalui program TMMD ini dapat segera dimanfaatkan oleh warga untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. (D.Yogi.S)













