“Keterbukaan pers dalam prespektif
Keamanan dan kesejahteraan Buruh tinta”
Satupena co.id.
Sejumlah insiden kekerasan terhadap pekerja pers mencerminkan bentuk intimidasi sistematis terhadap profesi jurnalis, tak saja berdampak pada individu korban, tetapi juga terhadap seluruh ekosistem kerja jurnalistik di Indonesia.
Memang pada era keterbukaan ini tidak sedikit yang merasa tidak nyaman dengan aktivitas pers yang mempunyai kekuatan luar biasa untuk mengungkap sesuatu hal yang dirasakan tidak sesuai dengan pandangan publik.
Namun demikian bagi pihak yang merasa terkena dan berusaha untuk diungkap hal ini tentu tidak nyaman, dan menjadi ancaman. Hak jawab sebenarnya sangat terbuka, namun jarang digunakan, karena mungkin pertimbangannya kontra produksi, atau justru lebih terbuka kecurangan yang dilakukannya. Tindakan yang paling singkat adalah tindakan terror atau dikebumikan (dihabisi).
Desk ketenagakerjaan Polri diharapkan bisa menyentuh pada profesi pekerja jurnalistik,
Untuk membahas lebih lanjut KontraNarasi akan mengagakan seminar nasional sekaligus merayakan hari Kebebasan Pers.
Ujar pimpinan kontraNarasi
SANDRI RUMANAMA saat di temui media di kantor nya
(Redaksi)Toby
{DPC Akpersi kabupaten Toba)













