Jakarta –Satupena.co.id: Semangat kebangkitan Paskah menjadi momentum bersejarah bagi lahirnya Persaudaraan Warga Gereja Sumatera Utara (PWGSU) yang resmi diteguhkan dalam rangkaian Perayaan Paskah Bersama PWGSU 2026 di Auditorium Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Perayaan ini tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan, melainkan tonggak penting konsolidasi umat Kristiani asal Sumatera Utara di perantauan, khususnya wilayah Jabodetabek. PWGSU dihadirkan sebagai wadah lintas denominasi gereja untuk memperkuat persaudaraan sekaligus merespons berbagai tantangan sosial kebangsaan.
Ibadah Paskah dipimpin oleh selaku Ketua Moderamen GBKP, sementara deklarasi PWGSU dipimpin . Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar kebangsaan yang menghadirkan sebagai pembicara utama,
Dalam konferensi pers, Viktor Tinambunan menegaskan bahwa PWGSU merupakan implementasi nyata ajaran kasih Kristus yang menekankan persaudaraan antarumat percaya.
Menurutnya, meski pusat sinode gereja-gereja berada di Sumatera Utara, mobilitas jemaat yang tinggi ke wilayah Jabodetabek menuntut adanya wadah kebersamaan yang kuat di tanah rantau.
“PWGSU menjadi ruang untuk saling menguatkan, bekerja sama dalam hal-hal positif, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa PWGSU tidak terlibat dalam politik praktis, melainkan berfokus sebagai persekutuan gerejawi yang berkomitmen pada pelayanan sosial, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
Deklarasi PWGSU turut memuat komitmen bersama untuk memerangi berbagai penyakit sosial yang dinilai kian mengkhawatirkan, seperti narkoba, judi online, pinjaman ilegal, perdagangan manusia, hingga kerusakan lingkungan.
Tokoh hukum nasional mengapresiasi lahirnya PWGSU sebagai gerakan moral yang sejalan dengan agenda nasional.
“Persatuan seperti ini sangat dibutuhkan agar upaya melawan narkoba, judi online, dan praktik ilegal lainnya dapat dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Yasonna Laoly menekankan pentingnya PWGSU dalam membina generasi muda asal Sumatera Utara agar mampu berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Ia menilai potensi intelektual, profesionalisme, serta jiwa kewirausahaan anak muda Sumut merupakan aset besar yang perlu diarahkan melalui wadah yang tepat.
“PWGSU diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan yang melahirkan generasi unggul dan berdaya saing, tidak hanya untuk daerah asal tetapi juga bagi Indonesia,” ujarnya.
Dalam sesi konferensi pers, tokoh masyarakat menyoroti besarnya kontribusi umat Kristen asal Sumatera Utara dalam konteks nasional.
Ia menyebut sekitar 35 persen umat Kristen Indonesia berasal dari Sumatera Utara, sehingga memiliki potensi besar sebagai kekuatan moral bangsa.
“Melalui PWGSU, jaringan gereja dan para pendeta dapat menjadi garda terdepan dalam menyuarakan gerakan anti narkoba, anti judi online, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan,” tegasnya.
Dalam seminar kebangsaan, Hashim Djojohadikusumo turut menyoroti pentingnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai instrumen strategis pembangunan nasional.
Ia menilai AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan penerimaan negara melalui penguatan sistem pengawasan, termasuk di sektor perpajakan dan bea cukai. Selain itu, teknologi ini juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga target ambisius 8 persen per tahun.
Hashim juga memperkenalkan konsep “energi cerdas”, yakni integrasi teknologi AI dengan pengembangan energi hijau. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat data AI di Asia Tenggara dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan.
Namun demikian, ia mengingatkan sejumlah tantangan, terutama kebutuhan energi yang sangat besar dalam pengembangan infrastruktur AI serta pentingnya menjaga integritas pasar dan birokrasi.
“Pemanfaatan AI harus disertai tata kelola yang bersih dan akuntabel, agar benar-benar menjadi alat pertumbuhan sekaligus pembersihan sistem,” ujarnya.
Perayaan Paskah PWGSU 2026 menegaskan bahwa kebangkitan Kristus tidak hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga sebagai panggilan untuk membangun persatuan, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Dengan semangat kasih dan solidaritas, PWGSU diharapkan menjadi kekuatan moral baru yang membawa terang, mempererat persaudaraan, serta turut menjaga masa depan Indonesia yang inklusif dan berkeadilan. ( DVD ).












