AcehACEH TENGAHBerita

Belum Saatnya Pacuan Kuda Digelar, Warga Masih Berduka dan Terisolir

×

Belum Saatnya Pacuan Kuda Digelar, Warga Masih Berduka dan Terisolir

Sebarkan artikel ini

Sofyan Hakim: Warga Masih Mengungsi dan Terisolir, Momentum Bukan untuk Hiburan, Tapi Kepedulian

Aceh Tengah – Satupena.co.id: Rencana pelaksanaan event pacuan kuda pada bulan Mei di Kabupaten Aceh Tengah menuai sorotan tajam dari kalangan masyarakat. Tokoh masyarakat, Sofyan Hakim atau yang akrab disapa Mr. Jhon, dengan tegas meminta agar kegiatan tersebut ditunda demi menghormati kondisi warga yang masih terdampak bencana.

Menurutnya, situasi saat ini belum sepenuhnya pulih. Di sejumlah kecamatan, masih ada warga yang harus bertahan hidup di tenda pengungsian, sementara akses jalan di beberapa wilayah masih terputus dan menyulitkan mobilitas bantuan maupun aktivitas masyarakat.

Baca juga Artikel ini :  Tradisi Megang Puasa di Aceh: Warisan Budaya dalam Menyambut Ramadhan

“Tradisi tetap kita jaga, tapi bukan berarti harus dipaksakan dalam kondisi seperti ini. Lebih baik pacuan kuda ditunda. Saat ini yang dibutuhkan adalah kepedulian, bukan hiburan,” tegas Sofyan pada Minggu 19/4/2026.

Ia menilai, pelaksanaan pacuan kuda yang selama ini dikenal sebagai hiburan rakyat justru kurang tepat jika dikaitkan dengan upaya trauma healing. Pasalnya, masyarakat yang terdampak langsung masih berjuang menghadapi situasi sulit, bahkan masih ada korban yang belum ditemukan hingga saat ini.

Baca juga Artikel ini :  Dr. Iswadi Apresiasi Langkah Prabowo Bawa Indonesia Masuk BRICS

“Trauma healing itu bukan sekadar kegiatan seremonial atau judul semata. Harus benar-benar menyentuh hati dan dirasakan manfaatnya oleh korban. Pertanyaannya, rakyat mana yang akan kita hibur, jika mereka masih dalam kondisi berduka dan terisolir?” ujarnya.

Dalam kearifan lokal masyarakat Gayo, nilai empati, kebersamaan, dan rasa sepenanggungan di saat musibah merupakan hal yang dijunjung tinggi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk berpikir jernih dan menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan lainnya.

Baca juga Artikel ini :  Pemkab Bener Meriah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga 30 Desember 2025

“Kalau niat kita baik, masih banyak cara lain untuk membantu pemulihan mental masyarakat. Tidak harus pacuan kuda. Buatlah program yang langsung menyentuh kebutuhan mereka,” tambahnya.

Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dapat mengambil keputusan yang bijaksana dan berpihak pada kondisi nyata masyarakat di lapangan.

“Mudah-mudahan Bapak Bupati dapat mengambil langkah terbaik. Ini bukan soal menolak tradisi, tapi soal rasa dan kepedulian kita sebagai sesama,” pungkas Sofyan.

Hayo mau copy paste ya