Bireuen –Satupena.co.id: Koalisi Gerakan Sipil Kabupaten Bireuen kembali menyerukan Aksi Jilid II sebagai bentuk kepedulian dan komitmen bersama dalam memperjuangkan pemenuhan hak-hak korban banjir di wilayah tersebut.
Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan sebelumnya yang bertujuan memastikan masyarakat terdampak banjir mendapatkan haknya secara adil, transparan, dan merata. Hingga saat ini, berbagai temuan di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan antara kebutuhan riil masyarakat dengan realisasi penanganan yang dilakukan.
Koordinator Umum Koalisi Gerakan Sipil Kabupaten Bireuen, M. Akmal, menyampaikan bahwa aksi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat suara masyarakat dalam menuntut keadilan.
“Kami melihat masih banyak persoalan yang belum terselesaikan, mulai dari data korban yang belum transparan hingga distribusi bantuan yang belum merata. Karena itu, kami mengajak semua elemen untuk bersatu dan menyuarakan hal ini,” ujarnya.
Aksi damai tersebut akan dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di halaman Kantor Pemerintahan Bireuen. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan mengundang partisipasi masyarakat luas, termasuk mahasiswa, pemuda, organisasi sipil, serta seluruh pihak yang peduli terhadap keadilan sosial.
Dalam aksi ini, massa akan menyuarakan sejumlah tuntutan utama, di antaranya mendorong transparansi data korban dan penyaluran bantuan, mendesak percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak, menuntut keadilan dalam distribusi bantuan, serta mengawal keterbukaan informasi kepada publik.
Koalisi menegaskan bahwa aksi ini akan berlangsung secara damai, terbuka, dan bertanggung jawab, sebagai wujud partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan publik.
“Perubahan tidak akan datang tanpa suara, dan suara akan lebih kuat ketika kita bersatu. Ini bukan sekadar aksi, tetapi perjuangan untuk keadilan bagi seluruh korban banjir di Bireuen,” tutup Akmal. ( SrNTv ).














