AcehBENER MERIAHBerita

Dampak Pernyataan Bahlil Soal Stok BBM 20 Hari, Warga Bener Meriah dan Aceh Tengah Panik Borong Sembako

×

Dampak Pernyataan Bahlil Soal Stok BBM 20 Hari, Warga Bener Meriah dan Aceh Tengah Panik Borong Sembako

Sebarkan artikel ini
Poto: Ilustrasi Google IA

Bener Meriah –Satupena.co.id:  Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil  Lahadalia yang menyebutkan persediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional hanya cukup untuk 20 hari di tengah eskalasi perang antara , , dan , memicu kepanikan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Pantauan di lapangan pada Rabu (5/3), ratusan warga terlihat memadati sejumlah kios sembako dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Mereka berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar serta mengantre untuk mendapatkan BBM.

Antrean panjang tampak mengular di beberapa SPBU. Warga rela berdesakan demi memastikan kendaraan mereka terisi penuh. Tidak hanya di SPBU resmi, lonjakan pembelian juga terjadi di kios pengecer BBM di tingkat desa.

Baca juga Artikel ini :  LSM Garda Timur Indonesia Perkuat Sinergitas dengan Dansatrol Lantamal VIII Bitung

Kondisi serupa terpantau di Desa Lampahan Barat, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Sejumlah kios pengencer BBM diserbu pembeli sejak pagi hari. Bahkan, sebagian warga mengaku sengaja membeli lebih banyak dari biasanya untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan.

“Saya takut kalau benar hanya cukup 20 hari, apalagi sekarang bulan Ramadhan. Kami khawatir nanti susah cari minyak dan sembako,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain BBM, bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur juga mengalami lonjakan permintaan yang sangat signifikan. Sejumlah pedagang mengaku penjualan mereka melonjak hingga sepuluh kali lipat dibandingkan hari normal. Stok yang biasanya cukup untuk beberapa hari, kini dalam hitungan jam sudah menipis akibat tingginya pembelian dalam jumlah besar oleh masyarakat.

Baca juga Artikel ini :  PSJN Bener Meriah Gelar Sosialisasi Sejarah Kesenian Ebeg Banyumas: Warisan Budaya yang Tetap Hidup

“Biasanya orang beli seperlunya, sekarang banyak yang beli untuk stok beberapa minggu ke depan. Peningkatannya sangat drastis, bahkan bisa sampai sepuluh kali lipat dari biasanya,” ujar seorang pemilik kios di Bener Meriah.

Kepanikan warga dipicu kekhawatiran terganggunya distribusi logistik akibat konflik geopolitik yang melibatkan tiga negara tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi terkait pembatasan distribusi BBM maupun sembako di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Baca juga Artikel ini :  Buntut Konflik 2 Ormas, Sejumlah Warga Demo Polsek Pancur Batu mengakibatkan Macet Total

Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan klarifikasi dan memastikan ketersediaan stok agar situasi tidak berkembang menjadi panic buying yang berpotensi memperparah stabilitas pasokan dan harga di tingkat lokal, terutama di bulan Ramadhan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Hingga siang hari, aktivitas di sejumlah SPBU dan kios sembako dilaporkan masih dipadati warga, meski aparat setempat mulai melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban dan distribusi.

DM TV malang