BeritaJAWA TIMUR

Squad Nusantara Madiun Raya Layangkan Surat Audiensi, Pembangunan Kantor Desa Mruwak Disorot

×

Squad Nusantara Madiun Raya Layangkan Surat Audiensi, Pembangunan Kantor Desa Mruwak Disorot

Sebarkan artikel ini

Madiun –Satupena.co.id: Pembangunan Kantor Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2023 senilai Rp300 juta, kembali menjadi perhatian. Pasalnya, bangunan yang berada di Dusun Kemulan tersebut disebut masih berupa pondasi hingga saat ini.

Sebagai bentuk kontrol sosial masyarakat untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Squad Nusantara Madiun Raya melayangkan surat audiensi pada Senin (19/10/2026). Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Desa Mruwak, Camat Dagangan, dan Kapolsek Dagangan.

Baca juga Artikel ini :  Pasangan calon bupati dan wakil bupati ASA; cetuskan program kartu sakti bagi masyarakat Aceh Tengah

Ketua DPC Squad Nusantara Madiun Raya, Isnandar Hariadi, mengatakan audiensi tersebut bertujuan memperoleh kejelasan mengenai pelaksanaan pembangunan kantor desa yang dimulai pada 2023 itu.

“Audiensi ini merupakan bentuk kepedulian kami dalam mewakili aspirasi masyarakat untuk mendapatkan kejelasan dan transparansi terkait pembangunan Kantor Desa Mruwak yang dibangun pada 2023, tetapi sampai saat ini masih berupa bangunan pondasi,” kata Isnandar.

Baca juga Artikel ini :  Polsek Gedangan Gelar Nobar Arema vs Semen Padang, Wujudkan Kedekatan dengan Warga

Menurut dia, penggunaan anggaran publik perlu disertai keterbukaan informasi agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan pelaksanaan pembangunan, termasuk perencanaan, realisasi anggaran, serta kendala yang menyebabkan pekerjaan belum tuntas.

Baca juga Artikel ini :  Feri Fernandes Raih JMSI & PWI Awards 2026, Meniti Karier dari Jurnalis hingga Pengusaha Lintas Sektor

Squad Nusantara Madiun Raya berharap audiensi tersebut dapat menjadi ruang klarifikasi bagi pihak pemerintah desa dan pihak terkait untuk menjelaskan kondisi pembangunan, penggunaan anggaran BKK senilai Rp300 juta, serta rencana penyelesaian pekerjaan.

Melalui audiensi ini, Squad Nusantara Madiun Raya mendorong agar persoalan tersebut memperoleh penjelasan secara terbuka dan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Hayo mau copy paste ya