LUBUKLINGGAU — Perselisihan yang diduga bermula dari persoalan air minum berujung maut. Sukri, seorang pedagang pisang molen di kawasan Pasar Inpres, Jalan Panorama, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, tewas setelah ditusuk.
Peristiwa bermula ketika Yuyun, yang disebut mengalami gangguan kejiwaan, mengambil air minum milik anak Sukri. Korban kemudian menegur Yuyun.
Tidak terima ditegur, Yuyun kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada suaminya, HT. Mendengar cerita istrinya, HT kemudian mendatangi Sukri yang sedang berjualan di kawasan Pasar Inpres.
HT diduga terlibat cekcok dengan Sukri sebelum mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban.
Anak korban, Rijal Effendi, mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika ayahnya memarahi Yuyun karena mengambil air minum milik adiknya.
“Peristiwanya itu karena ayah saya memarahi Yuyun, karena Yuyun mengambil air minum punya adik saya. Setelah itu, suaminya datang ke pasar dan menusuk ayah saya sampai akhirnya meninggal dunia.”
Setelah ditusuk, Sukri sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan Sukri akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kasus penusukan tersebut kini ditangani pihak kepolisian untuk mengungkap secara lengkap kronologi dan motif kejadian.











