BENER MERIAH –Satupena.co.id: Di tengah tantangan ekonomi masyarakat pedesaan, sektor pertanian tetap menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bener Meriah. Dari kebun-kebun rakyat, para petani tidak hanya menggantungkan kehidupan keluarga, tetapi juga ikut menggerakkan roda perekonomian desa. ( 6/10/2026 ).
Potensi tersebut turut dilihat pada komoditas kakao Malika yang dikembangkan sejumlah petani di Desa Meriah Jaya, Kecamatan Gajah Putih. Salah seorang petaninya, MM AS Alfian, memilih tetap bertahan dan mengembangkan usaha pertanian kakao dengan penuh kesabaran dan ketekunan.
Bagi Alfian, menjadi petani bukan pekerjaan yang layak dipandang sebelah mata. Justru dari sektor pertanian, masyarakat dapat membangun sumber pendapatan sekaligus menciptakan kegiatan ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga dan lingkungan sekitar.
“Tetap semangat dalam menjalani profesi sebagai petani kakao Malika. Jangan mudah menyerah, karena pertanian merupakan salah satu sumber kehidupan masyarakat dan memiliki masa depan yang baik apabila kita tekuni dengan sungguh-sungguh,” ujar Mas Alfian.
Menurutnya, kakao memiliki peluang untuk terus dikembangkan di Bener Meriah. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal tanpa keseriusan dalam perawatan tanaman, peningkatan kualitas hasil panen, pendampingan petani dan dukungan terhadap pemasaran.
Ia mengatakan, petani saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca, perawatan tanaman hingga harga hasil produksi. Karena itu, petani harus terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu menghasilkan komoditas yang berkualitas dan memiliki daya saing.
“Petani harus terus belajar. Jangan hanya menanam dan menunggu panen, tetapi bagaimana tanaman dirawat dengan baik sehingga hasilnya berkualitas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” katanya.
Alfian menilai pengembangan kakao seharusnya tidak berhenti pada aktivitas budidaya di tingkat kebun. Jika dikelola secara serius, rantai ekonomi kakao dapat memberikan peluang yang lebih luas bagi masyarakat.
Mulai dari pembibitan, budidaya, perawatan, panen, pascapanen hingga pemasaran, seluruh mata rantai tersebut berpotensi menjadi bagian dari ekonomi masyarakat.
Karena itu, ia berharap perhatian terhadap petani kakao di Bener Meriah dapat terus ditingkatkan, terutama melalui pembinaan, pendampingan teknis, peningkatan keterampilan dan perluasan akses pasar.
Menurutnya, dukungan tersebut penting agar petani tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi juga memiliki posisi yang lebih kuat dalam rantai nilai komoditas kakao.
“Kalau kualitas terus kita tingkatkan dan pemasaran semakin baik, tentu manfaat ekonominya juga akan kembali kepada petani. Ini yang harus kita dorong bersama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para petani agar tidak meninggalkan kebun hanya karena menghadapi tantangan jangka pendek. Perawatan tanaman secara rutin dan penerapan teknik budidaya yang baik menjadi kunci untuk menjaga produktivitas kebun.
Bagi Alfian, keberadaan petani memiliki arti penting bagi perekonomian daerah. Ketika petani mampu meningkatkan hasil pertanian, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu keluarga, tetapi dapat menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitarnya.
“Jangan pernah malu menjadi petani, karena dari tangan petanilah banyak kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Petani juga punya peran besar dalam membangun ekonomi daerah,” tegasnya.
Ia berharap generasi muda tidak memandang pertanian sebagai profesi masa lalu. Dengan penerapan teknologi, pengetahuan budidaya, pengelolaan usaha dan pemasaran yang lebih modern, sektor pertanian justru dapat menjadi ruang usaha yang menjanjikan.
Khusus untuk kakao, pengembangan secara berkelanjutan dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru apabila dibarengi dengan peningkatan kualitas dan penguatan pasar.
Semangat para petani kakao Malika di Desa Meriah Jaya menjadi gambaran bahwa ekonomi kerakyatan tidak selalu lahir dari sektor industri besar. Dari kebun rakyat pun, potensi ekonomi dapat tumbuh dan menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Karena itu, penguatan sektor kakao di Bener Meriah membutuhkan kerja bersama antara petani, pemerintah, pelaku usaha dan pihak terkait agar potensi komoditas tersebut tidak berhenti sebagai hasil kebun, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Reporter: Alimandiansyah











