AcehBENER MERIAHBerita

Penolakan Penghentian Perbaikan Jalan Enang-Enang Menguat, Dukungan Masyarakat untuk Gerakan Swadaya Kian Meluas

×

Penolakan Penghentian Perbaikan Jalan Enang-Enang Menguat, Dukungan Masyarakat untuk Gerakan Swadaya Kian Meluas

Sebarkan artikel ini

BPJN Aceh Minta Pekerjaan Dihentikan Karena Faktor Keselamatan, Namun Warga Bener Meriah dan Aceh Tengah Bersikeras Melanjutkan Gotong Royong Demi Memulihkan Akses dan Menjaga Ikon Bersejarah Gayo

Bener Meriah – Satupena.co.id: Permintaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh agar kegiatan perbaikan Jalan Enang-Enang dihentikan sementara memicu reaksi luas dari masyarakat Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Penolakan terhadap rencana penghentian tersebut ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan menjadi salah satu topik yang paling banyak mendapat perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.

Pada Senin, 22 Juni 2026, tim BPJN Aceh mendatangi kawasan Tajuk Enang-Enang dan meminta Syahrial Abadi, selaku koordinator pembangunan jalan secara swadaya, untuk menghentikan sementara aktivitas perbaikan yang selama ini dilakukan bersama masyarakat dan para donatur.

BPJN Aceh beralasan bahwa kondisi tanah di lokasi masih labil dan berpotensi mengalami longsor, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Demi alasan keselamatan, masyarakat diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif melalui ruas Werlah–Simpang Lancang.

Baca juga Artikel ini :  ‎Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah.

Namun, imbauan tersebut tidak serta-merta diterima oleh masyarakat. Gelombang dukungan terhadap keberlanjutan perbaikan Jalan Enang-Enang justru terus menguat. Berbagai unggahan di media sosial menunjukkan besarnya dukungan masyarakat terhadap gerakan swadaya yang selama ini digagas Syahrial Abadi.

Menurut Syahrial, tidak ada jaminan bahwa jalur alternatif yang disarankan lebih aman dibandingkan Jalan Enang-Enang. Ia menilai masyarakat tetap menghadapi risiko saat melintasi jalur lain, sehingga solusi terbaik adalah mempercepat pemulihan akses yang selama ini menjadi urat nadi penghubung kawasan dataran tinggi Gayo.

“Tidak ada kesepakatan untuk menutup jalan ataupun menghentikan perbaikan. Kami bersama para donatur dan masyarakat yang datang langsung ke lokasi menyatakan tetap melanjutkan pekerjaan ini,” ujar Syahrial dalam keterangannya.

Baca juga Artikel ini :  Polres Pidie Jaya Bagikan 500 Paket Sembako dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-79

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perjuangan memperbaiki Jalan Enang-Enang bukan semata-mata soal akses transportasi, tetapi juga upaya menyelamatkan salah satu ikon bersejarah masyarakat Gayo yang memiliki nilai strategis dan historis bagi wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Menurutnya, Jalan Enang-Enang memiliki nilai penting karena menjadi jalur yang lebih efisien dari sisi waktu tempuh dibandingkan jalur alternatif yang saat ini digunakan masyarakat. Selain itu, keberadaan jalan tersebut telah lama menjadi bagian dari identitas kawasan dataran tinggi Gayo.

Di tengah polemik tersebut, semangat gotong royong masyarakat justru semakin menguat. Warga dari berbagai daerah di Bener Meriah dan Aceh Tengah disebut siap turun langsung ke lokasi untuk mempercepat proses perbaikan secara swadaya.

Baca juga Artikel ini :  Kejaksaan dan Inspektorat Kabupaten Malang Gelar Sosialisasi Pencegahan Korupsi di Sektor Pendidikan Sumbermanjing Wetan

Masyarakat menilai akses Jalan Enang-Enang memiliki peran vital bagi aktivitas ekonomi, sosial, dan mobilitas warga. Karena itu, mereka berharap upaya perbaikan yang sedang berlangsung dapat terus dilanjutkan sembari tetap memperhatikan aspek keselamatan dan mitigasi bencana.

Perdebatan mengenai masa depan Jalan Enang-Enang kini menjadi perhatian publik. Di satu sisi, pemerintah menekankan pentingnya faktor keselamatan akibat kondisi geografis yang masih rentan. Namun di sisi lain, masyarakat menginginkan akses tersebut segera pulih karena dianggap memiliki nilai strategis dan historis yang tidak tergantikan bagi kawasan Gayo.

Penulis : Winjuans.

Editor : Redaksi.

 

Hayo mau copy paste ya