ACEH UTARA – Sepuluh sekolah di Kabupaten Aceh Utara mendapat apresiasi atas komitmennya membangun budaya sekolah yang peduli lingkungan. Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Tahun 2026 itu diserahkan langsung Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil atau Ayah Wa, di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu (2/9/2026).
Penyerahan penghargaan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Provinsi Aceh ke-67. Program Adiwiyata dinilai tidak berhenti pada upaya menciptakan halaman sekolah yang bersih dan hijau, tetapi diarahkan menjadi gerakan membangun kesadaran dan karakter peserta didik terhadap lingkungan.
Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil mengatakan pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
“Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga membentuk karakter. Kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan harus menjadi kebiasaan sejak dini,” ujar Ayah Wa.
Salah satu sekolah yang menerima penghargaan tersebut adalah SD Negeri 1 Tanah Pasir, Kecamatan Tanah Pasir. Kepala sekolahnya, Aliati, menyebut capaian itu sebagai hasil kerja kolektif yang dibangun melalui ketekunan dan dukungan berbagai pihak.
“Kerja ikhlas, Allah beri rezeki. Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi buah dari kebersamaan. Terima kasih kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara, Bapak Jamaluddin, Bapak Samsul PGLH Aceh Utara, serta seluruh tim yang telah bekerja dengan ikhlas dan memberikan dukungan untuk kemajuan pendidikan,” kata Aliati.
Menurut Aliati, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi warga sekolah untuk menjaga apa yang telah dicapai. Budaya bersih dan peduli lingkungan diharapkan tidak hanya muncul ketika ada penilaian, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian sekolah.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara Jamaluddin mengatakan penghargaan Adiwiyata harus dipandang sebagai titik awal untuk memperkuat budaya peduli lingkungan di satuan pendidikan.
“Penghargaan ini bukan garis akhir. Sekolah yang telah meraih Adiwiyata harus mampu mempertahankan dan meningkatkan capaian. Sekolah lainnya juga diharapkan menjadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus berbenah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembiasaan menjaga kebersihan, memilah dan mengelola sampah, merawat tanaman serta menciptakan ruang belajar yang sehat merupakan praktik pendidikan karakter yang dapat membentuk perilaku peserta didik sejak dini.
Peringatan Hardikda ke-67 pun menjadi momentum untuk melihat pendidikan dari perspektif yang lebih luas. Ukuran keberhasilan tidak semata-mata berada pada angka dan prestasi akademik, tetapi juga pada karakter, kepedulian, serta budaya positif yang tumbuh di lingkungan sekolah.
Bagi sekolah penerima Adiwiyata, penghargaan itu bukan sekadar piagam, melainkan tanggung jawab untuk mempertahankan budaya baik yang telah dibangun—dan menggerakkannya menjadi kebiasaan bersama menuju pendidikan Aceh Utara yang lebih maju.
Kerja ikhlas, Allah beri rezeki.
Kerja Ikhlas Berbuah Penghargaan, 10 Sekolah di Aceh Utara Raih Adiwiyata 2026












