Aceh Utara – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai garda depan peningkatan kualitas gizi anak bangsa kini tengah mendapat sorotan tajam di Aceh Utara.
Hal ini menyusul beredarnya sebuah video viral di media sosial TikTok yang menunjukkan buah salak dalam kondisi busuk yang diterima oleh peserta program di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Angkasa Jaya Bhakti, Seumirah, Kecamatan Nisam Antara.
Video yang diunggah oleh akun @hayatulriza0 pada Selasa (28/07/2026) tersebut seketika memantik reaksi keras dari publik karena memperlihatkan kualitas buah yang jauh dari standar layak konsumsi.
Interaksi dan Respons Pihak Terkait
Menanggapi video yang viral tersebut, akun TikTok resmi SPPG Seumirah sempat melayangkan komentar permohonan maaf dan beralasan bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan semata,” Kami minta maaf, kami tidak tahu kalau buah salak itu busuk, kalau kami tahu pasti tidak kami berikan, sudah kami sortir, cuma itu kesilapan kami, kami minta maaf.”
Namun, tak lama setelah kritik membanjiri kolom komentar, akun @hayatulriza0 terpantau telah menghapus video tersebut, sementara akun TikTok resmi SPPG Seumirah mengubah pengaturan profilnya menjadi privat.
Kepala Puskesmas (Kapus) Nisam Antara, Epi Aprianti, SKM, saat dimintai keterangan oleh awak media, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan fungsi pengawasan dan koordinasi. “Soal pengawasan eksternal dan koordinasi ada, kami pernah mempertanyakan soal Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan pihak dapur menjawab sedang dalam proses, terkait viral video buah busuk, mereka ada ahli gizinya sendiri,” paparnya.
Di sisi lain, Geuchik Seumirah saat dikonfirmasi mengaku memiliki keterbatasan informasi mengenai operasional SPPG tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat pembentukan SPPG, dirinya belum menjabat sebagai Geuchik definitif, melainkan masih dijabat oleh Penjabat (Pj).
” Saya kurang mengetahui karena waktu pembentukan tersebut belum jadi Geuchik, masih Pj. Saya hanya mengetahui bahwa kepala dapurnya orang Bireuen,” ungkapnya.
Hingga saat ini, pihak pengelola dapur SPPG di Seumirah belum dapat terhubung untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Awak media terus berupaya melakukan kontak dan konfirmasi kepada pihak pengelola guna mendapatkan penjelasan utuh mengenai insiden tersebut.
Pertanyaan untuk Standar Operasional
Pernyataan-pernyataan tersebut memicu pertanyaan kritis mengenai efektivitas sistem kontrol internal. Meskipun pihak SPPG mengklaim memiliki ahli gizi sendiri, fakta lolosnya bahan pangan yang tidak layak konsumsi ke tangan penerima manfaat menunjukkan adanya celah dalam rantai pasok dan pengawasan mutu yang serius.
Publik kini mempertanyakan sejauh mana pertanggungjawaban ahli gizi di internal SPPG dalam memastikan setiap menu memenuhi standar higienitas yang ketat.
Komitmen Kode Etik Jurnalistik
Redaksi media ini menjunjung tinggi prinsip profesionalisme dan Kode Etik Jurnalistik. Kami senantiasa membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak-pihak terkait termasuk pengelola SPPG Yayasan Angkasa Jaya Bhakti maupun otoritas terkait lainnya untuk memberikan hak jawab atau klarifikasi resmi atas pemberitaan ini.
Transparansi dan keberimbangan adalah landasan kami dalam menyajikan fakta kepada masyarakat. Kami berharap pihak pengelola SPPG dapat memberikan keterangan komprehensif sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas program strategis ini.














