AcehBENER MERIAHBerita

Plt Kepala BPJN Aceh Cabut Pernyataan Penutupan Jalan Enang-Enang

×

Plt Kepala BPJN Aceh Cabut Pernyataan Penutupan Jalan Enang-Enang

Sebarkan artikel ini

Permintaan maaf disampaikan kepada tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi Gayo; pemerintah didorong segera melanjutkan perbaikan akses strategis wilayah tengah Aceh

Bener Meriah-Satupena.co.id:  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, mencabut pernyataan terkait penutupan akses Jalan Enang-Enang yang sebelumnya sempat memicu polemik di tengah masyarakat Gayo.25 Juni 2026

Pencabutan pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan yang turut dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum. Dalam kesempatan itu, Zulkarnaini juga menyampaikan permohonan maaf kepada Sahrial Abadi, tokoh yang mempelopori pembukaan akses Jalan Enang-Enang, serta Muslim Aman Punce selaku perwakilan Forum Gayo Bersatu (FORGAB) Aceh Tengah dan Ikatan Alumni Mahasiswa Gayo (IKAMI Gayo).

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dinilai menjadi langkah positif dalam menjaga komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Jalan Enang-Enang dipandang memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu akses penting bagi konektivitas wilayah tengah Aceh, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan ekonomi daerah.

Sahrial Abadi mengapresiasi itikad baik yang ditunjukkan BPJN Aceh melalui pencabutan pernyataan tersebut. Ia menilai pembangunan dan pengembangan akses jalan harus mengutamakan kepentingan masyarakat serta dilakukan melalui koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga Artikel ini :  Bupati Humbang Hasundutan Hadiri Pelantikan Pengurus PGRI Masa Bakti 2025–2030, Tegaskan Peran Strategis Guru

“Jalan ini dibuka dengan swadaya masyarakat. Kini, sudah saatnya pemerintah hadir agar perbaikan Jalan Enang-Enang dapat segera diselesaikan,” ujar Sahrial.

Sementara itu, Muslim Aman Punce menegaskan bahwa masyarakat Gayo berharap pembangunan infrastruktur di wilayah tengah Aceh terus berjalan dengan memperhatikan aspirasi rakyat.

Menurutnya, persoalan Jalan Enang-Enang harus menjadi perhatian bersama karena akses tersebut berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup, mobilitas, dan perekonomian masyarakat di wilayah tengah Aceh.

Baca juga Artikel ini :  Sipropam Polres Pidie Gelar Gaktibplin dan Pemeriksaan Kendaraan Personel

“Ini saatnya kita menyatukan persepsi demi kemakmuran masyarakat dan keadilan akses pembangunan. Mari bergandeng tangan untuk menyelesaikan persoalan Jalan Enang-Enang,” kata Muslim Aman Punce.

Dengan dicabutnya pernyataan penutupan akses tersebut, polemik yang sempat berkembang diharapkan dapat diselesaikan secara bijaksana. Langkah ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen Gayo dalam mendorong percepatan pembangunan Jalan Enang-Enang.

Reporter: Wenjuans
Editor: Redaksi

Hayo mau copy paste ya