Manado,- Satupena.co.id: 10 Agustus 2026_ Organisasi Masyarakat Adat Brigade Nusa Utara Indonesia (BNU-I) meminta setiap ajang Road Race yang digelar di Kepulauan Sangihe wajib memenuhi standar kegiatan dan keselamatan. Permintaan ini disampaikan menyusul terjadinya kecelakaan dalam event Road Race di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong).
Ketua BNU-I, Stenly Sendouw, menegaskan kecelakaan di Bolmong harus menjadi warning bersama agar kegiatan balap jalanan tidak digelar asal jadi.
“Drag Race adalah olahraga ekstrem, risikonya tidak main-main. Hubungannya adalah nyawa,” tegas Stenly dalam keterangannya di Manado, Minggu (10/8).
Menurut Stenly, antusiasme masyarakat, khususnya kalangan muda, terhadap Road Race memang sangat tinggi. Namun tingginya animo itu tidak boleh mengabaikan faktor utama: kesiapan dan kelayakan lintasan.
“Kami tidak anti kegiatan ini. Justru karena diminati, maka standarnya harus dijaga. Jangan sampai euforia mengorbankan keselamatan peserta dan penonton,” ujarnya.
Stenly juga menyoroti tantangan biaya. Untuk menciptakan lintasan yang layak dan sesuai standar, dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu ia mendorong pemerintah daerah dan provinsi hadir memberi solusi jangka panjang.
“Kedepan Road Race perlu diciptakan di lokasi yang seyogyanya. Ini tugas berat, tapi harus dilakukan. Jika olahraga ini penting dan perlu, maka pihak terkait khususnya Pemerintah perlu mendorong terciptanya jalur resmi di setiap Kabupaten/Kota maupun Provinsi,” tutup Stenly.
BNU-I berharap panitia, pemerintah, dan seluruh stakeholder di Sangihe menjadikan standar prosedur sebagai syarat utama sebelum memberi izin pelaksanaan event Road Race.















