Aceh Tengah- Satupena.co.id: Kepedulian terhadap korban kebakaran di Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, terus berdatangan. Ketua Fraksi NasDem DPRK Aceh Tengah, Wahyuddin, turut turun langsung ke lokasi kebakaran untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memberikan dukungan kepada para korban.
Kehadiran Wahyuddin bersama jajaran NasDem menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah. Ia menegaskan, kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh dibatasi oleh wilayah daerah pemilihan (dapil).
“Kita tidak melihat dari mana daerahnya, siapa orangnya. Saat masyarakat tertimpa musibah, kita semua adalah keluarga. Itu semangat NasDem,” ujar Wahyuddin, sebagaimana tertulis dalam pesan yang disampaikan melalui kegiatan NasDem Peduli.
Menurutnya, kehadiran di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kepedulian sebagai wakil rakyat. Ia berharap bantuan dan dukungan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban para korban yang kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan akibat kebakaran.
96 Bangunan dan 243 Jiwa Terdampak
Berdasarkan data dampak kebakaran yang tercantum dalam informasi NasDem Peduli, musibah tersebut menyebabkan 96 bangunan terdampak, dengan 60 kepala keluarga dan 243 jiwa ikut terdampak.
Selain itu, sebanyak 23 pelaku usaha turut merasakan dampak akibat kebakaran yang melanda kawasan tersebut.
Kondisi lokasi yang masih menyisakan puing-puing bangunan memperlihatkan besarnya kerugian yang dialami masyarakat. Sejumlah warga kini membutuhkan perhatian dan dukungan untuk dapat kembali menjalani kehidupan serta memulihkan aktivitas ekonomi mereka.
Wahyuddin menyampaikan bahwa semangat gotong royong harus terus dikedepankan dalam menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, serta berbagai elemen lainnya perlu bersama-sama memberikan dukungan kepada para korban.
“Hadir, peduli, dan beraksi untuk masyarakat,” menjadi semangat yang diusung dalam gerakan NasDem Peduli.
Ia berharap kepedulian berbagai pihak tidak berhenti pada saat bencana terjadi, tetapi terus berlanjut hingga proses pemulihan masyarakat benar-benar berjalan.
“Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit. Gotong royong membawa harapan,” demikian semangat yang digaungkan dalam aksi kepedulian tersebut.















