Pidie Jaya-Satupena.co.id: Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Pidie Jaya, dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, jadi momentum tersendiri di Kabupaten Bumi Japakeh. Terutama jadi kisah inspiratif bagi semua pihak. Acara berlangsung menarik di Gedung MTQ Pidie Jaya, Senin, 25/06/2026.
Salah satu momentum terbaik adalah Tuna Netra, Muhammad Lutfi, siswa SDLB Merdu masih berusia 8 tahun, berhasil meraih Juara Favorit Cabang Lomba Tartil berkat kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an yang memukau para dewan juri maupun masyarakat yang hadir.
Penampilannya menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian kegiatan religius yang digelar pemerintah daerah untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Pidie Jaya.
Di balik prestasi tersebut, tersimpan perjuangan panjang bersama keluarga. Ayahnya, Burhanuddin, menuturkan bahwa Lutfi belajar Al-Qur’an melalui metode mendengarkan bacaan ayat suci secara berulang-ulang setiap hari.
Selain bimbingan keluarga, proses hafalan juga dibantu menggunakan alat murattal Al-Qur’an sehingga memudahkan Lutfi mengenali dan mengingat setiap ayat yang didengarnya. Meski tidak dapat melihat, semangat belajar dan kecintaannya terhadap Al-Qur’an membuat Lutfi mampu menghafal sejumlah surah dan tampil percaya diri di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan. Kisahnya menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi dan memberikan inspirasi bagi banyak orang.
Momentum penghargaan yang diterima Muhammad Lutfi dinilai sejalan dengan semangat HUT ke-19 Pidie Jaya dan nilai-nilai Hijrah yang terkandung dalam peringatan 1 Muharram, yakni semangat perubahan, keteguhan, serta ikhtiar dalam meraih masa depan yang lebih baik. Bupati Pidie Jaya menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Lutfi dan berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai Al-Qur’an, memperkuat pendidikan karakter, serta tidak menyerah menghadapi keterbatasan. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan ruang dan perhatian kepada anak-anak berprestasi, termasuk penyandang disabilitas, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang inklusif, religius, dan berdaya saing di masa depan. (Ismed).

















